Sitti Asmah, S.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
KEGEMBIRAAN DI TENGAH MALAM  Oleh Sitti Asmah, S.Pd.

KEGEMBIRAAN DI TENGAH MALAM Oleh Sitti Asmah, S.Pd.

#Tantangan Menulis Hari Ke-233

#Gurusiana

#Media Guru Indonesia

#Pentigraf

KEGEMBIRAAN DI TENGAH MALAM

Oleh: Sitti Asmah, S.Pd.

Hari ini aku sudah berada di antara anak-anak dan Suamiku. Aku baru sampai tadi malam dari Makassar. Aku menempuh perjalanan dari Makassar ke Sinjai sekitar 6 jam. Mobil yang aku tumpangi selalu kena macet. Sopirnya juga sangat pelan menjalankan mobilnya.

Di perjalanan aku tertidur pulas gegara minum obat anti mabuk. Teman satu mobilku membangunkanku saat sampai di toko roti. Aku bergegas turun dan masuk membeli oleh-oleh untuk buah hatiku. Mereka sangat menyukai roti Zazil Bakery. Aku membeli dua rasa. Ada rasa coklat dan gula merah. Aku segera ke kasir membayar roti yang telah kupilih.

Mobil panther yang aku tumpangi kembali melanjutkan perjalanan. Tak lama aku lagi-lagi tertidur. Pak sopir menghentikan mobilnya di sebuah warung. Aku terbangun mendengar pintu mobil dibuka oleh penumpang lainnya. Aku segera turun dan berjalan menuju warung. Aku memesan makanan. Perutku sudah keroncongan. Aku memesan nasi goreng spesial. Sungguh nikmat rasanya menyantap makanan di warung itu. Mungkin karena aku lapar atau memang rasanya yang enak. Entahlah, yang jelas aku sudah kenyang. Kami kembali melanjutkan perjalanan. Sekitar pukul 23.35 WITA aku sampai di rumah. Aku menurunkan barang bawaan ku. Tak lupa aku membayar ongkos mobil ke pak sopir. Aku mencoba menarik pintu pagar tapi tak bergeming. Pintu pagar yang terbuat dari besi itu terkunci dari dalam. Aku mencoba menelpon suamiku namun tak diangkat. Kucoba berulang kali namun tetap tidak diangkat. Mereka mungkin sudah terlelap. Tak ada cara lain aku memanjat pagar setinggi satu meter setengah di tengah malam yang sunyi. Hanya suara jangkrik dan binatang malam lainnya yang masih setia menemani malam kelam itu. Setelah sampai di dalam aku buka pintu pagar dan memasukkan barang-barang bawaan ku. Suamiku terbangun mendengar bunyi pintu pagar berbunyi keras. Bunyi pintu pagar ternyata mampu membangunkan orang yang sudah terlelap. Alhasil buah hatiku juga ikut bangun mendengar ayahnya membuka pintu rumah. Mereka berteriak kegirangan melihat aku telah kembali. Ketiga buah hatiku memeluk dan menciumiku seakan tidak ingin berpisah lagi denganku walau sedetik.

Salam Literasi 💪💪💪

Sinjai_Ahad, 13 Juni 2021

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post