KERINDUAN GURU DAN SISWA TEROBATI DI RUANG KELAS OLEH SITTI ASMAH
#Tantangan Menulis Hari Ke-383
#Gurusiana-MGI
#Lomba Bulan November 2021
KERINDUAN GURU DAN SISWA TEROBATI DI RUANG KELAS
OLEH: SITTI ASMAH, S.Pd.
Sekolah adalah sebuah lembaga yang dirancang untuk pengajaran siswa di bawah pengawasan pendidik atau guru. Sebagian besar negara memiliki sistem pendidikan formal yang umumnya wajib dalam upaya menciptakan anak didik yang mengalami kemajuan setelah mengalami proses melalui pembelajaran.
Siswa merupakan unsur sekolah yang paling utama. Siswa adalah peserta didik yang akan mendapatkan pengajaran dari para tenaga pendidik. Sedangkan Guru atau tenaga pengajar merupakan unsur sekolah yang sangat penting karena tanpa adanya guru maka proses belajar-mengajar tidak akan terjadi. Tenaga pengajar tersebut harus memenuhi kualifikasi tertentu agar dapat memberikan pengajaran kepada para siswa-siswinya.
Tugas utama guru adalah berusaha mengembangkan segenap potensi siswanya secara optimal, agar mereka dapat mandiri dan berkembang menjadi manusia-manusia yang cerdas, baik cerdas secara fisik, intelektual, sosial, emosional, moral dan spiritual. Sebagai konsekuensi logis dari tugas yang diembannya, guru senantiasa berinteraksi dan berkomunikasi dengan siswanya. Dalam konteks tugas, hubungan di antara keduanya adalah hubungan profesional, yang diikat oleh kode etik.
Guru adalah sosok yang sangat bertanggung jawab dalam pendidikan di sekolah. Sosok guru menjadi panutan bagi siswa-siswinya. Guru juga harus menjaga sikapnya saat bertingkah laku, karena guru selalu menjadi contoh yang baik untuk siswanya. Mereka harus bertingkah laku yang sopan dan santun.
Di sini hubungan kedekatan antara guru dengan siswa sangatlah penting. Hubungan guru dengan siswa yang harmonis akan berdampak baik dalam proses belajar mengajar di dalam kelas. Selain itu, hubungan yang harmonis antara siswa dengan guru juga berdampak pada hasil akademik siswa.
Dengan adanya hubungan kedekatan guru dengan siswa yang harmonis akan berdampak pada tingkat kehangatan. Siswa menjadi patuh dan punya rasa hormat serta kepekaan yang mencirikan interaksi antara siswa dan guru yang sangat harmonis dan dekat tersebut.
Hubungan siswa dengan guru yang positif juga dikaitkan dengan peningkatan kompetensi sosial pada siswa. Selain itu, hubungan siswa dengan guru juga dapat mengarahkan pada banyak upaya dalam menghabiskan waktu bersama, belajar bersama, dan guru juga dapat membantu siswa memecahkan permasalahan yang dihadapinya saat proses belajar mengajar.
Guru berperilaku secara profesional dalam melaksanakan tugas mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran. Guru membimbing siswa untuk memahami, menghayati, dan mengamalkan hak-hak dan kewajiban sebagai individu, warga sekolah, dan anggota masyarakat.
Guru mengetahui bahwa setiap siswa memiliki karakteristik secara individual dan masing-masing berhak atas layanan pembelajaran. Guru menghimpun informasi tentang siswa dan menggunakannya untuk kepentingan proses kependidikan. Guru secara perseorangan atau bersama-sama secara terus-menerus berusaha menciptakan, memelihara, dan mengembangkan suasana sekolah yang menyenangkan sebagai lingkungan belajar yang efektif dan efisien bagi siswa-siswinya.
Guru menjalin hubungan dengan siswa yang dilandasi rasa kasih sayang dan menghindarkan diri dari tindak kekerasan fisik yang di luar batas kaidah pendidikan. Guru berusaha secara manusiawi untuk mencegah setiap gangguan yang dapat mempengaruhi perkembangan negatif bagi siswa. Guru secara langsung mencurahkan usaha-usaha profesionalnya untuk membantu siswa dalam mengembangkan keseluruhan kepribadiannya, termasuk kemampuannya untuk berkarya.
Selama pandemi covid-19 aktivitas di sekolah hampir-hampir tak ada. Semua aktivitas dilakukan di rumah termasuk belajar dan mengajar, sehingga baik guru maupun siswa saling merindukaan berkumpul kembali di sekolah secara normal. Sebagai guru aku sangat rindu mengajar mereka di ruang kelas. Aku rindu dengan senyum, tawa, bahkan canda mereka. Akhirnya penantian panjang kami mulai teratasi. Doa-doa yang terpanjatkan selama ini akhirnya diijabah oleh sang pengabul doa. Awal Agustus 2021 pemerintah mulai mengizinkan dunia pendidikan untuk melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.
Dalam Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas ini Guru dan siswa tetap mematuhi protokol kesehatan. Walaupun demikian antusiasme siswa cukup heboh. Hal itu tercermin dari tingkah laku yang mereka tampilkan di lingkungan sekolah. Wajah lugu mereka menggambarkan kebahagian tiada tara. Semoga pandemi covid-19 lekas berlalu dari Bumi Pertiwi.
Sinjai_Rabu, 10 November 2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
