KASIH SAYANG IBU TAK TERTANDINGI OLEH LUASNYA TATA SURYA OLEH SITTI ASMAH, S.Pd.
#Tantangan Menulis Hari Ke-412
#Gurusiana_MGI
#Lomba Desember 2021
KOLOM
KASIH SAYANG IBU TAK TERTANDINGI OLEH LUASNYA TATA SURYA
OLEH: SITTI ASMAH, S.Pd.
Ibu adalah seseorang yang sangat berharga dalam hidup kita. Ibu adalah mutiara yang sangat berkilauan bahkan lebih berharga dari apapun. Ibu merupakan orangtua yang begitu berjasa untuk anak-anaknya.
Peran ibu bagi kita tentu saja melebihi apapun, bahkan luasnya tata surya tidak mampu menandingi kasih sayangnya kepada kita. Bagaimana para ibu mempertaruhkan nyawanya ketika melahirkan kita, belum lagi perjuangannya selama sembilan bulan membawa kita dalam rahimnya. Sehingga tidak heran dalam Islam ibu memiliki derajat yang luar biasa.
Kasih sayang yang diberikannya kepada kita sangat tulus, dari mulai mengandung selama sembilan bulan, menyusui kemudian mengasuh kita hingga beranjak remaja. Semua itu dilakukan dengan ketulusan dan tidak sedikit pun meminta balasan dari anak-anaknya. Beliau hanya menginginkan anaknya menjadi orang yang sholeh/ sholehah, taat dan patuh kepada-Nya, serta menjadi orang sukses baik di dunia maupun di akhirat kelak. Sungguh Ibu merupakan malaikat yang dikirimkan Allah untuk menjaga kita dari segala keterpurukan hidup yang terkadang diabaikan kebaikannya.
Bagi seorang ibu, anak-anaknya merupakan harta terbesar. Ia rela melakukan apapun asal anak mereka bahagia. Apabila kita melihat perjuangan yang dituangkan oleh seorang ibu, dapat kita lihat sebetapa besar kasih yang ia miliki bagi anak-anaknya. Seringkali kita menganggapnya tidak penting, padahal baginya, kita adalah harta karun yang ia nanti-nantikan seumur hidupnya. Selayaknyalah anak yang ia rawat hingga dewasa akan memiliki kepribadian yang luar biasa pula. Bahkan bermanfaat untuk orang banyak. Sehingga tidak heran bila jasa ibu sangat luar biasa pada kehidupan di dunia ini.
Tapi anehnya di zaman modern sekarang ini justru banyak orang-orang yang durhaka kepadanya. Mungkin kita pernah melihat berita yang ada di televisi atau di koran-koran tentang seorang anak yang rela membunuh orang tuanya, terutama ibunya. Ada yang rela mencampakkan ibunya di jalanan, sehingga menjadi seorang gelandangan. Ada juga yang rela memasukkan ibunya ke Panti Jompo lantaran tidak tahan dengan ulah orang tuanya yang sudah pikun. Dan hal yang tak kalah mengejutkan adalah adanya seorang anak yang rela melaporkan dan menggugat ibunya sendiri ke pihak berwajib lantaran hal sepele.
Padahal sedikit pun tak akan pernah bisa membalas jasa kedua orang tua terutama jasa-jasa ibu kita. Biarpun kita berulang kali menghajikan beliau di tanah suci mekah, namun sejatinya kita tetap tak bisa membalas jasa-jasa beliau. Semua yang kita lakukan atau telah lakukan untuk mereka hanyalah sebagai bukti patuh dan taat kita kepada mereka terutama pada ibu.
Ibu tidak akan pernah mundur untuk mewujudkan kegembiraan orang-orang yang ia cintai. Ia akan selamanya memperjuangkan apa yang penting bagi anaknya. Pupusnya harapan sama sekali tidak akan menjadi hambatan untuknya. Beliau terus bertempur dengan tangan kosong, hati yang penuh walau baluran keringat dan rasa lelah terus menderanya.
Ia memecahkan kesedihan pada saat kita merasa jatuh, menjadi penopang raga kita yang sekali waktu runtuh, dan tanpa kita minta memberikan seluruh cintanya tanpa putus asa. Ibu adalah penerang sejati bagi anaknya. Ibu adalah orang tua terhebat di dunia, sebab ia melahirkan kehidupan dan memberi nyawa pada kata cinta.
Ibu adalah seorang wanita yang begitu perkasa, tegar, sekaligus mencintai anak-anaknya. Karena ibulah kita hadir di dunia ini. Tentu saja, hal ini membuat Ibu menjadi pahlawan sejati dalam hidup kita. Tidak cukup sampai di situ saja, Ibu juga bersedia mengorbankan segala sesuatunya hanya untuk kita anak-anaknya.
Jika ada penobatan untuk sebuah istilah terbaik yang pernah ada di dunia, maka istilah kasih ibu tak terhingga sepanjang masa adalah istilah paling luar biasa yang pernah kita dengar. Bahkan istilah tersebut menjadi senandung indah dan sering diperdengarkan oleh semua ibu ketika ingin menidurkan anaknya semasa kecil. Semoga apa yang telah dikorbankan oleh ibu mendapatkan balasaan yang berlipat ganda di sisi Allah sang pemberi hidup.
Salam Literasi 💪💪💪
Sinjai_Kamis, 09 Desember 2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
