Sitti Asmah, S.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
HARAPAN DAN IMPIAN YANG GHAIB MAMPU TERWUJUD BERKAT LITERASI  OLEH SITTI ASMAH, S.Pd.

HARAPAN DAN IMPIAN YANG GHAIB MAMPU TERWUJUD BERKAT LITERASI OLEH SITTI ASMAH, S.Pd.

#Tantangan Menulis Hari Ke-444

#Gurusiana_MGI

#LombaJanuari2022

KOLOM

HARAPAN DAN IMPIAN YANG GHAIB MAMPU TERWUJUD BERKAT LITERASI

OLEH: SITTI ASMAH, S.Pd.

Dalam hidup setiap manusia dibekali banyak harapan dan impian yang ingin diraih, apalah artinya hidup tanpa sebuah harapan dan impian. Harapan dan impian dalam hidup seperti sebuah motor penggerak bagi sendi-sendi kehidupan yang kita lakoni.

Apakah mimpi dan harapan sama? Perbedaan antar keduanya sangatlah tipis. Mimpi adalah suatu harapan atau angan saat kita tak sadar, dalam hal ini saat kita tertidur atau beristirahat. Akan tetapi banyak orang menganggap mimpi itu hanyalah sebuah bunga tidur. Namun apabila kita yakin dan berusaha maka kita akan mendapatkan mimpi-mimpi tersebut. Sedangkan harapan itu sendiri adalah suatu angan kita secara sadar dan sangat kita menginginkannya. Sebagai contoh kita memiliki harapan mendapatkan pendapatan tinggi, ya kita berusaha dengan bekerja keras sesuai dengan kemampuan kita.

Setiap manusia pasti memiliki banyak mimpi, harapan, dan cita-cita dalam menjalani kehidupannya. Setiap langkah dilakukan dengan sungguh-sungguh dan setiap aktivitas dijadikan motivasi dalam menggapai impian. Menjadi yang lebih baik lagi, serta menggenggam kesuksesan di masa depan adalah impian terbesar setiap manusia. Kehidupan yang sulit dan hidup yang berlika-liku bukanlah penghalang bagi kita untuk menggapai banyak impian, harapan, dan cita-cita.

Problematika yang sering ditemukan dalam kehidupan manusia tentang harapan adalah manusia banyak berharap dan kurang berusaha dan berdoa, atau hanya berusaha tanpa berdoa, ataupun hanya berdoa tanpa berusaha. Hal ini adalah sia-sia, karena Allah SWT meminta umatnya menyeimbangkan keduanya. Allah SWT menyarankan kita untuk selalu berusaha keras dan berdoa untuk dapat mewujudkan semua yang kita harapkan.

Jangan takut bermimpi, tapi takutlah tidak bisa mewujudkan mimpi tersebut. Dari impian bisa melahirkan sebuah harapan, dengan harapan itu kita punya tujuan hidup ke depan agar menjadi lebih baik dari hari kemarin. Hidup tanpa tujuan itu bagaikan balon yang lepas dari genggaman lalu terbang tinggi terbawa angin tanpa tau arah mau kemana.

Begitu juga dengan impian, tanpa diwujudkan dalam kehidupan, yang ada hanya sebuah angan-angan belaka. Impian yang sesungguhnya adalah jangan hanya ingin memiliki banyak harta yang berlimpah, namun tidak mampu menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain.

Pada awalnya menjadi penulis yang bertitel gurusiana 365 hanyalah sebuah harapan dan mimpi belaka. Namun kegigihan dan kedisiplinanku sebagai penulis di blok tersebut mampu membuatku meraih impian mendapatkan gelar yang kuharapkan sekaligus kuimpikan itu. Kini aku telah menjadi bagian grup dan blog elit idaman para penulis hebat. Aku berhasil menggapainya, walau pada awalnya aku tertatih-tatih mengejarnya.

Aku mengejar impian menjadi gurusiana 365 selama setahun dengan jatuh bangun merangkai ide menjadi tulisan, mencari jaringan, merengek pada si buah hati agar hp bisa dilepaskan untukku, dan masih banyak lagi perjuangan lainnya untuk meraih harapan dan impian tersebut.

Pada Oktober 2020 aku mulai menggelorakan literasi dalam diriku dan juga berusaha mengajak teman-teman seprofesi. Selama berjalannya waktu banyak hambatan dan juga kemudahan yang aku dapatkan. Buah atau berkah yang sudah aku petik selama menggaungkan dan menggelorakan literasi yakni, mendapatkan penghargaan dan apresiasi yang luar biasa dari kepala kantor kementerian agama kab. Sinjai bapak Drs. Hafid M.Talla, M.Ap. Dan alhamdulilah di awal 2022 ini aku kembali mendapatkan penghargaan yang tak terduga dari Presiden Republik Indonesia yakni penganugrahan tanda kehormatan “Satya Lencana Karya Satya” sepuluh tahun pengabdian pada peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama Republik Indonesia ke-76. Sebelumnya penghargaan itu hanyalah berupa harapan dan impian saja yang tersimpan rapat di hati. Namun Allah mengubah harapan dan impianku itu menjadi nyata. Dalam penerimaan penghargaan tersebut aku sangat bangga dan tiada henti berucap syukur kepada sang pemberi rezki, karena di antara empat puluh penerima hanya ada lima orang dari tenaga pendidik selebihnya berasal dari tenaga kependidikan. Semoga harapan dan impian yang masih ghaib kelak akan terwujud pula seperti yang telah tercapai hingga hari ini.

Sinjai, 10 Januari 2022

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post