LAHA BETE KULINER TERUNIK DARI SINJAI Oleh Sitti Asmah
#Tantangan Menulis Hari Ke-485
#Gurusiana
#Media Guru Indonesia
KOLOM
LAHA’ BETE KULINER TERUNIK DARI SINJAI
Oleh: Sitti Asmah
Kabupaten Sinjai salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan yang menyimpan segudang potensi kekayaan alam. Keindahan lautan dan jejeran pulau-pulau yang biasa di sebut pulau Sembilan memberi kekhasan tersendiri kabupaten ini, belum lagi jejeran hutan mangrove yang tertata rapi sepanjang garis pantai Sinjai. Hutan mangrove ini menjadi salah satu hutan mangrove terpanjang di Indonesia. Selain keindahan lautnya, Sinjai juga menyimpan potensi dan keindahan di Pegunungannya, dataran tinggi sinjai yang sebagian berbatasan dengan Kabupaten Gowa menyimpan banyak potensi wisata yang sangat baik dikelolah.
Salah satu potensi yang ada di Kabupaten Sinjai yakni Wisata Kuliner. Wisata Kuliner di Kabupaten Sinjai memang tidak habis-habisnya, wilayah ini sangat dikenal dengan Ikannya yang berlimpah serta tempat pelelangan ikan yang terkenal Unik.
Jelajah kuliner nusantara selalu saja menarik untuk dilakukan, ada yang mewah dan rumit ada pula yang sederhana dan mudah penyajiannya. Tapi yang pasti mau yang mewah, yang sederhana, mau yang rumit sampai yang mudah, semuanya menjanjikan rasa yang maknyus, menggugah selera dan kespesifikannya selalu mengundang inspirasi.
Sinjai merupakan kabupaten yang memiliki banyak kearifan lokal, bukan hanya dari segi spot wisata alam dan budayanya namun juga banyak dikenal dengan kuliner khasnya. Salah satu kuliner khas yang dimiliki kabupaten Sinjai adalah Laha' Bete.
Kalau melihat dari namanya Laha' artinya makanan yang bercampur kelapa, dan Bete yang berarti nama dari salah satu jenis ikan, sejenis ikan teri. Laha Bete yang merupakan kuliner khas kabupaten Sinjai ini adalah Kuliner yang terbuat dari bahan utama ikan dan menjadi salah satu kuliner terfavorit yang ada di kota atau kabupaten Sinjai. Laha' bete ini kalau diIndonesiakan bisa diterjemahkan atau disebut sebagai "urap teri".
Yah kalau biasanya kita mengenal urap sebagai olahan sayuran yang dicampur dengan kelapa, laha' bete ini justru bahan dasarnya adalah ikan teri, dan keunikannya adalah pengolahannya ikan terinya tidak dimasak tetapi diolah secara mentah seperti sashimi atau pecco yang juga merupakan salah satu bentuk olahan masakan khas Sulawesi Selatan.
Laha' bete bagi masyarakat Sinjai dahulu kala merupakan simbol kesederhanaan, ketabahan, dan keuletan hidup dalam situasi dan kondisi yang terburuk sekalipun.
Dahulu ikan yang paling murah, karena lebih banyak dijadikan sebagai umpan daripada sebagai santapan adalah bete mairo atau ikan teri. Mungkin sekarang ikan teri sudah punya harga, tapi tetap tidak seberapa mahal jika dibandingkan dengan ikan jenis lainnya. Selain itu kelebihan dari ikan ini karena posturnya yang kecil dan kenyal serta tekstur dagingnya yang lembut dan tidak memiliki banyak tulang serta sangat mudah dicabut atau dihilangkan bahkan bisa dikunyah saja sekalian.
Proses pembuatan Laha' bete ini pun sangat simple dan mudah, hanya dengan menyiapkan beberapa bahan saja.
Bahan Utama:
500 gran ikan teri segar
100 gram jeruk nipis/bisa diganti dengan cuka
200 gram kelapa parut (sangrai)
Bahan Bumbu:
Cabe rawit sesuai selera
Daun kemangi secukupnya
Jeruk purut secukupnya
Bawang putih secukupnya
Garam secukupnya
Penyedap rasa
Cara membuat:
Untuk mengelolahnya pun terbilang mudah. Hanya dengan mencabut tulang ikan dengan cara dibelah, dicuci hingga bersih agar bau amis hilang, selanjutnya ikan tersebut direndam dengan air jeruk nipis atau bisa diganti dengan cuka selama 30 menit.
Setelah daging ikan memutih pertanda telah matang, tiriskan dan sisihkan.
Haluskan bumbu cabe rawit, bawang putih dan garam serta penyedap rasa. Kemudian campurkan ikan teri, bumbu halus dan kelapa parut yang sudah disangrai, aduk-aduk hingga rata. Terakhir, tambahkan perasan jeruk purut, potongan kulit jeruk purut dan daun kemangi agar harum. Laha' bete telah siap dihidangkan.
Rasanya yang khas, nikmat, dan lezat serta kaya kandungan nutrisi dan gizi menjadikan masakan yang satu ini menjadi kuliner yang banyak diminati oleh masyarakat sekitar. Makanya, sangat patut untuk dicoba. Kalau tidak sempat ke tempat asalnya, bolehlah diolah sendiri di rumah mungkin bisa pula ditambah dengan kreasi-kreasi baru yang akan menambah nikmat rasa.
Salam Literasi 💪💪💪
Sinjai_Ahad, 20 Februari 2022
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
