IBU SITI BELUM BISA TERSENYUM Oleh Sitti Asmah
#Tantangan Menulis Hari Ke-518
#Gurusiana
#MGI_Baru
PENTIGRAF
IBU SITI BELUM BISA TERSENYUM
Oleh: Sitti Asmah
Malam semakin larut. Udara dingin seakan menusuk tulang belulang. Jam dinding berdetak menandakan pukul tiga dini hari. Selarut ini ibu Siti belum bisa memejamkan mata walau sedetik. Ibu Siti nampak gelisah. Rasa sakit dan juga perih masih menggerogoti tulang betisnya. Betis yang tersiram minyak panas dari penggorengan. Ibu Siti betul-betul tak berdaya.
Musibah yang menimpa ibu Siti terdapat pada wajah dan betisnya. Kini wajah ibu Siti agak mendingan setelah dua kali kontrol ke Puskesmas Balangnipa. Wajah ibu Siti tak perlu lagi diolesi salep luka bakar. Dokter hanya menyarankan untuk menjaga kebersihannya agar tidak terinfeksi.
Namun demikian, ibu Siti belum bisa tersenyum hingga hari ini. Betapa tidak luka dan rasa sakit di bagian betis semakin menjadi-jadi. Jika ibu Siti berdiri saja sudah sakit apalagi jika kaki itu diajak melangkah. Ibu Siti mengerang kesakitan. Air matanya berderai. Musibah yang menimpa ibu Siti menyisakan duka yang mendalam. Suami dan keluarga ibu Siti ikut terbebani. Ibu Siti semakin sedih karenanya.
Salam Literasi 💪💪💪
Sinjai_Jumat, 25 Maret 2022
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
