RASA LAPAR YANG TERPENDING Oleh Sitti Asmah
#Tantangan Menulis Hari Ke-519
#Gurusiana
#MGI_Baru
PENTIGRAF
RASA LAPAR YANG TERPENDING
Oleh: Sitti Asmah
Di keheningan malam ini ibu Siti nampak tak bisa tidur dengan nyenyak. Walaupun buah hatinya sudah pada mendengkur di sebelahnya. Rasa nano-nano menderanya malam ini. Ada rasa perih, rasa gatal di sekeliling luka, dan rasa lapar. Cacing-cacing perut ibu Siti mulai bertingkah. Selama sakit ibu Siti cepat merasa lapar.
Rasa lapar ibu Siti semakin mendera. Perut minta diisi secepatnya. Namun suami ibu Siti sudah tertidur pulas. Ibu Siti tak tega membangunkannya. Selama ini suaminya lah yang mengerjakan semua pekerjaan di dalam dan luar rumah. Ibu Siti berusaha menyeret kakinya yang terasa sakit menuju dapur. Ibu Sitii ingin memasak mie instan sekedar menghalau cacing-cacing perutnya yang kian memberontak.
Sesampai di dapur ibu Siti hanya berdiri saja. Diam tanpa berbuat apa-apa. Rasa trauma masih ada di benaknya hingga kini. Rasa trauma itu lebih kuat menghantuinya dari pada rasa lapar yang menguasainya. Akhirnya rasa laparnya pun terpending hingga fajar menyingsing.
Salam Literasi 💪💪💪
Sinjai_Sabtu, 26 Maret 2022
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
