Sitti Asmah, S.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
TPI LAPPA KABUPATEN SINJAI PRIMADONA WISATA KULINER PARA PECINTA SEAFOOD  OLEH SITTI ASMAH

TPI LAPPA KABUPATEN SINJAI PRIMADONA WISATA KULINER PARA PECINTA SEAFOOD OLEH SITTI ASMAH

#Tantangan Menulis Hari Ke-629

#Gurusiana_MGI

#Lomba Menulis Buku Periode Juli 2022

*****************

TPI LAPPA KABUPATEN SINJAI PRIMADONA WISATA KULINER PARA PECINTA SEAFOOD

OLEH: SITTI ASMAH

Kabupaten Sinjai salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan yang menyimpan segudang potensi kekayaan alam. Kabupaten Sinjai salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan yang mungkin tidak seterkenal Makassar atau Kabupaten Bulukumba, tempat di mana destinasi wisata Tanjung Bira bermuara. Tapi sekalinya kita menjejakkan kaki di daerah ini, ternyata banyak suguhan wisata dan juga kuliner yang bikin kita ngiler untuk mencobanya.

Kabupaten Sinjai telah melahirkan sebuah cara baru menjelajahi kekayaan laut Nusantara dengan cara kuliner yang sangat memanjakan lidah. Cukup dengan mengunjungi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Lappa, yang terletak di Kecamatan Sinjai Utara Kabupaten Sinjai, kita akan dibuat takjub dengan kayanya khasanah kemaritiman Indonesia.

Di pelataran TPI Lappa ribuan ekor ikan dijejer rapi seperti anak SD yang sedang berbaris di upacara bendera. Ada kaneke, sunu, tuna, ikan ekor kuning, dan entah ikan apalagi yang ditumpuk dalam keranjang-keranjang rotan.

Mengekspose kekayaan laut Indonesia memang tak pernah membosankan, apalagi ketika kita menikmatinya dalam suasana yang nyaman, santai, dan perut dalam keadaan kosong alias lapar. Di sebuah sudut kota Sinjai tepatnya Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Lappa telah lama menjadi primadona wisata kuliner para pecinta seafood.

Untuk menikmati hidangan ikan laut, cumi, dan lainnya, di tempat ini cukup membeli saja sesuai selera dengan harga yang relatif murah. Ikan yang sudah dibeli dibawa ke rumah makan yang siap melayani masakan kegemaran kita dengan pelayan yang ramah.

Tentu nikmat rasanya menyantap ikan yang kita pilih dan beli sendiri dari para penjual di tepi dermaga serta melihat sendiri proses memasaknya yang begitu lezat. Kita cukup memberikan upah jasa pembakaran ikan dan membeli nasi saja di warung tersebut. Selebihnya pengunjung sudah dapat menikmati santapan yang nikmat bersama anggota keluarga atau teman.

Segala kekaguman kita akan semakin sempurna, saat ikan dan berbagai kekayaan laut seperti cumi dan udang diolah oleh para koki lokal yang profesional dalam sebuah sajian kuliner yang penuh dengan ciri khas kabupaten Sinjai. Mulai dari sambel serta olahan Minuman Khas Sinjai (Minas) yang terbuat dari campuran tape singkong, madu, telur, dan resep rahasia lainnya.

Malam itu kami menghabiskan waktu dengan menyantap ikan dan cumi segar. Agak berbeda rasanya jika kita mencicipi ikan bakar bersama dengan nasi kuning. Malam itu makin unik lagi, karena kami juga ditemani, Minuman Khas Sinjai (Minas). Minas ini adalah fermentasi dari tape singkong. Warnanya kuning, persis seperti singkong. Rasanya agak-agak asam campuran manis, enak di lidah. Minuman minas ini konon dibuat untuk menggantikan minuman keras di Sinjai, karena miras di Sinjai sangat dilarang. Minuman ini bisa menambah energi, makanya sering juga disebut Irex mengacu pada salah satu merk minuman energi. Agar lebih nikmat menyeruput Minas, lebih mantap dengan pisang goreng berlapis coklat. 

Untuk mendapatkan Minas cukup dengan dua puluh ribu rupah saja untuk satu botol. Disarankan untuk menyimpan Minas dalam kondisi suhu yang dingin dan sejuk atau bisa dipindahkan ke wadah pendingin. Karena minuman ini tidak tahan jika dibiarkan terbuka dengan suhu yang panas.

Butuh kekuatan dan kapasitas perut yang besar untuk menghabiskan ikan-ikan dan cumi segar itu. Belakangan kami malah menikmatinya tanpa nasi hanya dengan sambal saja. Rasanya memang segar, beda dengan ikan yang dibeli di supermarket. Padahal ikan dan cumi itu hanya disajikan dengan cara dan bumbu yang sederhana. Hanya dibakar sampai matang dan diberi sedikit bumbu dari cabe. Sesederhana itu, tetapi rasanya tidak sederhana.

Sekitar dua jam kami menghabiskan waktu bersama keluarga di warung makan itu sampai benar-benar tidak berdaya lagi untuk menghabiskan ikan dan cumi yang tersisa. Pengalaman pertama bagi sang buah hatiku di Tempat Pelelangan Ikan Lappa ternyata sangat memikatnya. Mereka sangat menikmatinya. ikan segar dan cumi segar seperti berlomba memberi penyambutan yang hangat.

Salam Literasi 💪💪💪

Sinjai_Kamis, 14 Juli 2022

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post