PENANAMAN KARAKTER DAN BUDI PEKERTI YANG LUHUR MENGIKIS BULLYING DI LINGKUNGAN SEKOLAH
Tantangan Menulis Hari Ke-661
#Gurusiana
#MGI_Baru
#Lomba_Agustus2022
PENANAMAN KARAKTER DAN BUDI PEKERTI YANG LUHUR MENGIKIS BULLYING DI LINGKUNGAN SEKOLAH
OLEH: SITTI ASMAH, S.Pd.
Manusia merupakan makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain dan saling berhubungan, dalam menjalani hubungan tersebut pasti ada hubungan yang baik dan ada hubungan yang buruk. Dalam hubungan yang buruk biasanya terjadi bullying yaitu tindakan satu orang atau lebih yang mencoba untuk menyakiti atau mengontrol orang lain dengan cara kekerasan.
Banyak jenis bullying. Ada yang bisa menyakiti dalam bentuk fisik, seperti memukul, mendorong, dan sebagainya. Dalam bentuk verbal yaitu menghina, membentak, menindas, dan menggunakan kata-kata kasar. Bullying bisa terjadi dimana saja. Baik di sekolah, keluarga, maupun di lingkungan masyarakat.
Aku jadi teringat ketika masih duduk di bangku kelas tiga SD. Saat itu aku baru saja kehilangan ibu tercintaku di usia sembilan tahun. Sebelum-sebelumnya aku termasuk anak yang rajin, periang, dan banyak teman. Namun, setelah menjadi piatu aku berbalik menjadi gadis kecil yang pendiam dan pemurung.
Kala itu teman-temanku tak pernah berhenti mempropokasi diriku gegara aku sudah tak beribu lagi. Mereka menakut-nakutiku akan kehilangan ayah tercinta. Mereka mengatakan ayahku akan menikah kembali dan aku akan mendapatkan ibu tiri yang kejam. Ibu tiri yang tidak memberi makan dan uang jajan untukku, dan banyak lagi lebih menyakitkan dari itu. Dari perkataan itulah membuat aku selalu ketakutan, jika ada wanita yang terlihat dekat dengan ayahku. Aku selalu memata-matai jejak langkah ayahku. Aku takut perkataan temanku itu jadi kenyataan. Ketakutan akan kehilangan kasih sayang ayah dan juga hidup bersama ibu tiri sangat menghantuiku. Aku yang sangat rajin berubah drastis menjadi pemalas. Aku yang juara menjadi tertinggal. Aku sering menangis akibat ulah nakal temanku. Namun, anehnya temanku menikmatinya. Mereka tertawa terbahak-bahak menyaksikan air mataku menetes satu persatu.
Sejak saat itu aku jarang masuk sekolah, karena merasa sakit dan muak mendengar ocehan mereka. Jika ke sekolah aku sering terlibat adu mulut dan baku jambak dengan mereka yang selalu menakuti jiwa dan pikiranku. Aku melakukan itu semata-mata untuk menetralkan perasaan dan emosiku waktu itu. Walaupun teman-temanku sering dinasihati oleh guruku, namun mereka tidak kapok untuk melakukannya setiap aku bertemu dengannya. Gadis kecil sepertiku tak bisa berbuat banyak menghadapi teman-teman lelakiku waktu itu.
Kasus bullying seperti itu masih banyak terjadi di sekitar kita, yang mana banyak melibatkan anak didik di sekolah. Sebagai seorang pendidik, saya berpikir kasus semacam ini adalah tanggung jawab kita bersama. Guru sebagai pendidik di sekolah dan orang tua sebagai teladan di rumah harus mampu bersinergi untuk memberikan contoh dan pendisiplinan akhlak terhadap anak.
Penanaman karakter dan budi pekerti perlu dilakukan sejak dini sehingga anak mempunyai sikap dan perangai yang baik. Selain itu peran pemerintah juga sangatlah dibutuhkan agar terwujud lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman. Salah satu peran pemerintah untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang bebas dari diskriminasi adalah program Sekolah Ramah Anak (SRA).
Sekolah yang mempunyai peran mendasar dalam proses tumbuh kembang anak harus mampu mewujudkan cita-cita bersama. Dengan dukungan pemerintah serta peran kita bersama, seharusnya sekolah memapu menjadi tempat yang nyaman serta membahagiakan bagi anak, sehingga rasa khawatir akan bullying tidak terjadi lagi.
Masih banyak kasus pembullyan di Indonesia, terutama di sekolah, yang kurang diperhatikan. Sekolah masih menganggap sebagai hal biasa saja. Padahal bullying ini mengakibatkan seseorang yang dibully akan merasa trauma dan tidak mau berhubungan lagi dengan teman-temannya di sekolah dan akan mengganggu konsentrasi belajarnya sehingga seseorang tersebut menjadi stress dan paling buruknya bisa menyebabkan bunuh diri
Hal seperti ini pasti tidak diharapkan oleh semua pihak. Tugas kita sebagai manusia yang memiliki rasa sosial harusnya memerhatikan kasus bullying ini. Dan bagi pemerintah sangat diharapkan mampu memberikan peraturan yang tegas tentang kasus bullying di Indonesia, agar kasus bullying ini tidak terjadi lagi di sekolah maupun di masyarakat.
Salam Literasi 💪💪💪
Sinjai_Senin, 15 Agustus 2022
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
