Sitti Asmah, S.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Rindu yang Terpendam Sedikit Terobati   Oleh Sitti Asmah

Rindu yang Terpendam Sedikit Terobati Oleh Sitti Asmah

#Tantangan Menulis Ke1102

#Gurusiana_MGI Baru

#Cerpen

 

Rindu yang Terpendam Sedikit Terobati 

Oleh: Sitti Asmah

*****************

Malam keberangkatan ke Kota Pangkajene Kepulauan (Pangkep), si Siti tdk bisa memejamkan mata. Antara pergi dan tidak. Soalnya anak bungsunya tiba-tiba demam malam itu. Di lain pihak Siti harus loyal pada pimpinannya. Semua ASN dan Honorer diwajibkan mengikuti acara pembukaan Ekspo Madrasah yang berpusat di kota Pangkep dalam rangka memeriahkan HAB Kemenag RI ke-78.

 

Saat pukul dua dini hari si Siti terbangun gegara alarm yang sudah distel di hpnya. Dia bergegas bangun. Tak lupa mengecek keadaan si bungsu. Ternyata demam si bungsu agak mendingan setelah diberi obat penurun panas. 

 

Karena si bungsu sudah bisa ditinggalkan bersama ayah dan kakaknya, Siti pun makan agar diperjalanan tidak kelaparan. Setelah itu Siti bergegas membersihkan diri dan memakai baju seragam kontingen Kemenag Kabupaten Sinjai. Tak lupa berdandan agar wajah dan penampilannya tidak malu-maluin. Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul tiga dini hari . 

 

Dari luar terdengar suara motor adik si Siti. Siti akan dibonceng oleh adiknya ke Pangkep. Setelah persiapan dianggap cukup Siti pamit ke suaminya untuk berangkat bersama adiknya. Keduanya pun berangkat tepat pukul tiga lewat tiga puluh menit. Keduanya berencana lewat Camba karena jalanan yang sebelumnya mau ditutup karena perbaikan jalan ternyata batal dan dibuka kembali. 

 

Di jalan masih sangat sunyi ada rasa was-was di hati Siti. Siti takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Apalagi di sepanjang jalan kenangan menuju kota Pangkep terasa sunyi dan sepi. Hanya bunyi binatang malam yang kadang terdengar disela deru motor adiknya. Tidak ada pengendara lain yang beraksi di jalanan kecuali Siti dan adiknya. 

 

Saat azan Subuh berkumandang Siti dan adiknya masih di daerah Maros. Keduanya singgah di Mesjid untuk melaksanakan kewajiban sebagai hamba Allah SWT. Setelah selesai beribadah keduanya kembali melanjutkan perjalanan menuju kota Pangkep. Mereka pun sampai sebelum pukul delapan pagi di Lapangan kota Pangkep setelah melewati drama yang cukup panjang dan menegangkan di daerah Camba Kab. Maros. Banyak mobil besar pengangkut tiang listrik yang kadang menghambat perjalanan si Siti dan adiknya. Namun semua itu bisa terlewati dengan penuh kesabaran dan kehati-hatian. 

 

Sesampainya di Kota Pangkajene Kepulauan Siti bergegas memasuki lapangan untuk bergabung dengan rekan-rekannya untuk mengikuti acara pembukaan Ekspo Madrasah. Setelah acara pembukaan selesai Siti berjalan keluar dari lapangan untuk Selfi sebagai kenangan. Tak lama kemudian Siti bertemu dengan Yusrina teman lama rasa saudara sewaktu kuliah di UNM Makassar. Teman seperjuangannya itu asli orang Pangkep. Keduanya pun saling melepas rindu dan bertukar oleh-oleh. Rasa rindu sedikit terobati selama lebih sepuluh tahun lamanya baru bertemu. Yusrina tambah cantik dan awet muda.

Dalam pertemuan yang singkat itu, Siti diajak berkeliling untuk menikmati es kelapa muda di pinggir sungai. Kemudian menuju tugu Bambu Runcing yang baru saja diresmikan oleh Bupati Pangkajene Kepulauan (Pangkep). Sungguh senang rasa hati si Siti. Namun pertemuan pun harus keduanya akhiri karena Siti dan adiknya akan bertolak kembali ke kampung halamannya di kab. Sinjai. Di mana buah hatinya sudah menanti kepulangannya. Siti pun berpelukan dengan sahabatnya dengan perasaan bahagia bercampur sedih karena pertemuan yang singkat itu. Siti pulang membawa oleh-oleh dari Yusrina berupa ikan Bandeng tanpa tulang yang merupakan salah satu kuliner kota Pangkep.

 

Salam Literasi 💪💪💪

Sinjai_Ahad, 07 Januari 2024

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post