KENANGAN MASA KECIL TAK TERLUPAKAN Oleh Sitti Asmah
#Tantangan Menulis Ke1110
#Gurusiana_MGI Baru
#Cerpen
KENANGAN MASA KECIL TAK TERLUPAKAN
Oleh: Sitti Asmah
*****************
Di sebuah desa terpencil di Kabupaten Sinjai yang terletak di sekeliling persawahan. Desa ini dikelilingi oleh pemandangan alam yang menakjubkan, seperti hamparan sawah yang hijau dan berbagai macam pepohonan. Di desa inilah tempat di mana Siti tumbuh besar dan menghabiskan masa kecilnya yang penuh kenangan indah.
Setiap pagi, Siti terbangun dengan suara burung-burung yang riang bernyanyi. Siti selalu berjalan-jalan di sekitar desa, menikmati udara segar dan keindahan alam yang mengelilinginya. Siti melihat petani-petani setempat bekerja keras di sawah, menanam padi dengan penuh semangat. Mereka adalah pahlawan desa yang menjaga keberlanjutan kehidupan di desa itu.
Di waktu siang, Siti sering bermain dengan teman-teman sebayanya di lapangan terbuka. Mereka bermain tali, bermain petak umpet, atau sekadar berjalan-jalan menikmati keindahan alam. Mereka sering mengunjungi sungai yang mengalir di dekat desa, memancing ikan kecil, atau sekadar berendam di air yang sejuk. Setiap momen itu memberi Siti kebahagiaan yang tak terlupakan.
Di sore hari, Siti suka duduk di bawah pohon rindang dekat rumahnya. Dia melihat matahari terbenam di balik pepohonan, memberikan warna-warni yang indah di langit. Siti merasakan kehangatan sinar mentari pagi yang membelai wajahnya, sambil mendengarkan suara angin yang lembut mengalun di telinganya. Itu adalah saat-saat ketenangan dan keindahan yang membuat Siti merasa bersyukur tinggal di desa itu.
Di malam hari, langit di Desa Siti dipenuhi dengan gemerlap bintang. Dia duduk di halaman rumahnya, menatap langit yang indah, dan merenung tentang kehidupan. Dia merasa damai dan tenang, jauh dari kebisingan dan hiruk-pikuk kota besar. Desa Siti memberi kedamaian dan ketenangan yang sulit dia temukan di tempat lain.
Waktu terus berlalu, dan Siti tumbuh dewasa. Namun, kenangan indah di desanya tetap terukir dalam hatinya. Desa Siti tersebut merupakan tempat yang banyak memberinya cinta, kehangatan, dan keindahan alam. Siti merasa beruntung dapat tinggal di desa itu.
Meskipun Siti telah pergi meninggalkan desanya untuk mengejar impian, Desa itu selalu akan menjadi tempat yang Siti cintai dan tempatnya kembali. Dia berharap desanya tetap indah dan terjaga, memberikan kebahagiaan kepada setiap orang yang mengunjunginya.
Salam Literasi 💪💪💪
Sinjai_Rabu, 24 Januari 2024
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
