Ultah yang tak diinginkan
Sofiawati
Tagur 88
Setiap minggu kita melaksanakan senam di Pantai Kata agar selalu sehat dan bahagia, karena kita sadar sehat sangat mahal. Setelah senam kita makan bersama di tempat langganan warung Incim Susi. Saat sedang makan ada yang menyampaikan bahwa Tati ulang tahun besok harinya. Suamiku langsung bertanya mau dirayakan dimana ulang tahun Tati, di café sahabat kita Dewita atau di café lain. Tati menyampaikan sebaiknya dirumah beliau saja.
Saat silaturahmi Idul Fitri di rumah Dewita, tak terduga Tati datang dan kita langsung menyampaikan selamat ulang tahun kepadanya. Tetapi Tati minta izin pulang cepat karena anak bungsunya sedang sakit dan Dewitapun mengizinkan Tati untuk pulang mengurus anaknya yang sedang sakit.
Sedang enak mengobrol dengan Dewita aku ditelpon oleh Ida yang menyampaikan bahwa beliau memberikan kejutan telah berada di rumah Tati untuk merayakan ulang tahun Tati yang ke 50 tahun. Aku berprasangka bahwa semua teman-teman telah berkumpul disana sehingga aku meminta suami untuk pulang secepatnya. Sesampai di rumah Tati yang ku temui, hanya Ida dan Ria yang sedang bertelpon ria dengan Linda sedang salah paham. Aku hanya terpaku, kenapa ulang tahun Tati berubah menjadi pertengkaran . Dalam suasana seperti itu, suamiku meletakan kue kecil di lantai dan mengambilnya dengan mulut. Tingkahnya yang lucu membuat suasana menjadi hangat dan tertawa sehingga suasana berubah menjadi gembira.
Pariaman, 17 Mei 2022
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
