Cinta 88
Sofiawati
Tagur 77
Pengorbanan yang tak berharga
"Kita berpisah disini ya, kamu hati-hati semoga lain waktu kita bisa sama dalam satu kegiatan", pesan Toni sebelum berpisah
'Iya semoga selamat sampai tujuan"
Reva sambil berdiri dan memeluk Yuni sahabat baiknya. Yuni dan Toni melanjutkan perjalanan pulang setelah transit di Kota B dengan pesawat sedangkan Reva melanjutkan perjalanan ke rumah Mami sebagaimana pesan Kang Arya. Reva segera mencari taxi dan segera meluncur menemui mertua yang sudah lama tak bertemu.
"Aku sudah di rumah Mami, apa kamu masih sibuk say", pesan Reva buat suaminya
Reva tidak menelpon karena memang tidak mau menganggu suaminya ketika sedang sibuk bekerja. Reva tahu jika Kang Arya sudah selesai pekerjaannya, dia pasti telpon . Pemahaman ini sudah dilakukan sejak pertama kali mengenalnya.
"Sebentar lagi aku sampai , kamu mengobrol aja dulu sama Mami, dia butuh teman karena selama ini selalu sendiri. Mami mempunyai anak 3 orang, semuanya laki-laki dan ketiganya sudah bekerja jauh dari kota tempat tinggal Mami. Hanya Kang Arya yang tinggal sekota dengan Mami itupun bila ada proyek disana.
Reva sebagai istri yang baik, ikut kata suaminya, mereka terlihat asyik mengobrol berdua.
"Reva, apa yang membuat kamu jatuh cinta sama Arya, anak Mami itu orangnya cuek dan biasa saja", tanya Mami sambil melihat wajah menantunya itu
Reva tersenyum dan mendekat kearah mertuanya itu sambil memegang dan mengusap-usapnya tangannya sebagai tanda sayang
"Kang Arya itu baik dan jujur Mi"
Mami malah tertawa terpingkal-pingkal mendengar jawaban Reva, kemudian memperbaiki tempat duduknya
"Kamu belum tahu bagaimana Arya, dia itu ketika kecil sangat nakal, Mami sering dibuat marah olehnya, apa kamu bisa menerima Arya?"
Apapun yang dikatakan oleh mertuanya, itu tidak membuat Reva berubah, yang dia tahu Kang Arya lelaki yang baik, jujur dan bertanggung jawab. Selain itu tidak bisa dinafikan wajahnya yang tampan dengan tinggi badan yang proporsional membuat Reva mabuk kepayang. Karena wajahnya yang tampan tentu saja banyak wanita yang selalu ingin dekat dengannya, walaupun hanya sekedar say hello
"Aku tunggu kamu di tempat biasa kita ketemu jam 4 ya, aku belum bisa ke rumah Mami, ada pekerjaan yang belum selesai"
Sontak aja Reva buru-buru pamit sama Mami dan menuju lokasi yang dijanjikan. Reva lebih suka menunggu daripada telat dan mengecewakan Kang arya
Hampir satu jam menunggu, belum juga terlihat batang hidungnya Kang Arya, apakah beliau terjebak macet , pikir Reva. Reva memutuskan mengirim pesan whatsapp dan menanyakan keberadaan Kang Arya. Tetapi pesan belum dibaca akhirnya Reva menelpon Kang Arya
"Telpon yang anda tuju tidak aktif"
Jantung Reva mulai deg degan, apa yang terjadi, kenapa sms tidak dibalas dan handphone Kang Arya mati
Bersambung
Pariaman, 15 November 2022
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
