Sofiawati .M. Si

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Hikmah Sanyo yang hilang

Hikmah Sanyo yang hilang

Sofiawati

Tagur 134

Sofie dan Rahman terkadang berbeda pendapat dalam beberapa hal, yang di anggap tidak sesuai dengan pikirannya. Ketika ayunan mainan anak PAUD rusak dan tidak bisa digunakan lagi, Sofie merasa ingin marah kepada mereka yang main wifi gratis di sekitar rumah , mereka tidak bisa menjaga apa yang sudah ada. Kursi sebanyak 12 buah patah hancur berkeping-keping, tetapi Rahman melarang Sofie untuk marah dan itu di ikuti , walaupun dalam hati Sofie sangat geram karena ayunan itu baru saja di perbaiki dengan upah yang tidak murah.

Tetapi kejadian kehilangan mesin air di hari Minggu lalu di rumahnya membuat Rahman marah besar, belum pernah Sofie melihatnya semarah itu. Dia mendatangi anak-anak yang sedang main wifi dan memintanya untuk tidak datang lagi selamanya.

“Sebelum mesin air itu kembali, wifi aku matikan, kamu semua tidak boleh duduk disini, sekarang silahkan pulang”

Sejak kejadian itu, dari hari Senin hingga Rabu setiap orang yang datang selalu di suruh pulang oleh Rahman, waktu pagi, sore maupun malam. Kali ini Sofie setuju dengan sikapnya sebagai sebuah pembelajaran buat anak-anak yang sudah berani mencuri di rumahnya.

Ternyata kasak kusuk dari tetangga, orangtua dan anak-anak yang biasa menggunakan wifi gratis merasa terganggu.

“Dasar kalian tidak tahu terimakasih, sudah diberi fasilitas gratis, masih kalian curi mesin air mereka, kurang baik apa Mas Rahman kepada kalian”?

Sejak kejadian wifi dimatikan, diantara mereka kemungkinan terjadi perbedaan pendapat, untuk segera memulangkan mesin air yang dicuri, agar mereka bisa menikmati fasilitas wifi gratis kembali. Kamis pagi dini hari sekitar jam 01. 30 Sofie dan Rahman terkejut karena ada yang mengetuk pintu kamar. Mereka tidak segera membuka pintu, tetapi mengintip dari balik pintu siapa yang berani mengetuk pintu di tengah malam ini.

Setelah subuh, Rahman membuka pintu kamar dan segera memanggil Sofie dan alangkah terkejutnya mereka berdua melihat ada mesin air yang hilang terletak disana.

“Alhamdulillah” ucap Sofie , ternyata mereka memiliki kesadaran untuk mengakui kesalahannya dan mengembalikan mesin air yang dicuri. Ternyata anak-anak juga harus diberi pelajaran agar bertanggung jawab dengan perbuatannya. Apa yang dilakukan Rahman telah memberi pelajaran kepada anak-anak itu, bahwa orang baik juga bisa marah ketika kebaikan mereka tidak dihargai.

Sikapnya yang keras memberi pelajaran berharga buat mereka semua. Walaupun tidak secara langsung mereka mengatakan maaf telah mencuri, tetapi dengan mengembalikan itu sudah sebuah sikap yang perlu di apresiasi. Ada pencuri yang mengembalikan hasil curiannya.

keinginan Rahman untuk mendidik dan menyayangi anak-anak tidak berubah. Program ke depan beliau untuk membelikan alat-alat band, mengajarkan anak-anak bermain surfing, menyelam, bermain tenis meja akan terus dilakukan. Ternyata dihatinya ada maaf seperti seorang ayah yang memaafkan kesalahan anaknya yang khilaf.

“Aku makin bangga dan sayang padamu ” ucap tulus Sofie pada suaminya

Walaupun dalam sikapnya yang keras Sofie melihat ada airmata yang sulit di sembunyikan. Ternyata hatimu begitu lembut untuk memaafkan sebuah kesalahan dan membalas dengan kebaikan.

Pariaman, 13 Desember 2023

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post