Stop pergaulan bebas dengan menjadi teladan
Sofiawati
Tagur 165
”Hendaklah ada diantara kamu segolongan yang menyeru kepada kebaikan (al-khair) menyeru kepada ma’ruf (yang baik) dan melarang dari perbuatan mungkar dan itulah orang - orang yang bahagia” (Q.S. Ali-Imran: 104).
Pergaulan bebas adalah salah satu bentuk perilaku menyimpang. Istilah bebas yang dimaksud melewati batas-batas norma yang ada. Masalah pergaulan bebas ini sering muncul baik di lingkungan maupun di media massa. Pada saat ini kebebasan bergaul sudah sampai pada tingkat yang mengkhawatirkan. Sedangkan dalam pandangan Islam, pergaulan bebas adalah tindakan yang dapat merusak akhlak pada diri seseorang”, (Tabloid hizib, edisi 8-8-2004).
Ada banyak penyebab remaja melakukan pergaulan bebas, khususnya kalangan pelajar. Penyebab tiap remaja mungkin berbeda, sikap mental yang tidak sehat , pola pikir yang salah, suka hidup hura-hura, merasa bangga terhadap pergaulan bebas, rasa gengsi yang berlebih dan ketidakstabilan tingkat emosional. Tetapi semuanya berakar pada penyebab yang utama yakni kurangnya pegangan hidup remaja dalam hal pemahaman agama.
Pelampiasan rasa kecewa, ketika remaja mengalami tekanan karena kekecewaan terhadap orangtuanya yang melakukan KDRT dan tidak bisa menjadi teladan dalam rumah tangga. Sekolah yang memberikan tekanan dan tugas terus-menerus , pola pikir negatif dan cenderung mengambil langkah salah untuk menghibur diri.
Menurut data World Halt Organization (WHO), menyatakan lebih dari 1 juta orang terkena Perilaku Menyimpang Seksual setiap harinya dan 357 juta kasus terjadi setiap tahun. Di Indonesia 33% remaja melakukan hubungan seks. Sedangkan, menurut data Kementrian Kesehatan RI, ada 58% remaja putri yang hamil di luar nikah, 58 persen melakukan penetrasi diusia 18 s/d 21 tahun. Dari 2,3 juta kasus aborsi per tahun sebesar 30 persen dilakukan oleh remaja. Sungguh sebuah fakta yang membuat kita miris dan menelan pil pahit atas semua yang terjadi pada generasi muda kita.
Data dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyebutkan, bahwa 62,7 persen siswa di Indonesia mempunyai perilaku seksual yang beresiko tinggi. Penyakit menular seksual ini dipengaruhi oleh paparan media, kedekatan keluarga, serta pengetahuan individu . Artinya lebih dari separoh remaja kita sudah melakukan penyimpangan perilaku seksual.
Melihat situasi ini tentu kita sebagai orangtua ataupun guru di sekolah jangan pernah lelah untuk mengingatkan anak-anak kita untuk meninggalkan yang namanya pergaulan bebas. Jangankan untuk melakukan zina, untuk mendekati saja kita sudah di larang oleh agama. Untuk itu kita perlu mencari sebuah solusi agar remaja kita tidak jatuh dalam pergaulan bebas.
“Wahai orang-orang yang beriman, Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat -malaikat yang kasar dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”.(Surat At - Tahrim ayat 6).
Melalui surat At- Tahrim ini Allah telah memperingatkan manusia supaya menjaga keluarganya dari api neraka. Menjaga anak-anaknya dari hal-hal yang tidak sesuai dengan norma agama. Apa saja yang dapat dilakukan dalam mengantisipasi generasi jauh dari pergaulan bebas : (1) Menjadikan diri contoh yang baik baik dalam hidup berkeluarga, sekolah maupun mayarakat, menjaga pergaulan yang baik dan sopan antara perempuan dan laki-laki , (2) Membuka komunikasi yang efektif antara guru dan remaja sehingga hal-hal yang buruk bisa di hindari karena adanya ruang komunikasi yang di senangi, (3) Menegakkan aturan dan memperdalam ajaran agama, kedua hal ini sangat mendasar dan perlu diperhatikan dalam kehidupan. Pujilah remaja yang benar , berpendidikan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama, (4) Memberi ruang untuk mengembangkan hobi mereka misalnya dengan menulis ataupun bermusik, (5) Mendukung anak untuk menjadi diri sendiri dengan memberikan kebebasan yang terarah dan tentu ini lebih menyenangkan karena mereka bisa melakukan hal-hal positif sesuai dengan bakat dan potensi mereka.
PROFIL PENULIS
Nama Dr. Sofiawati. S.Pd. M.Si , diahirkan pada tanggal 3 Juni 1973 di Naras, Kota Pariaman, Sumatera Barat. Penulis dapat di hubungi pada Nomor Whatsapp **(censored)**dengan email **(censored)**
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
