Kurang Etika
Sofiawati
Tagur 20
@@@
Dalam berorganisasi kita sebaiknya selalu mengikuti aturan organisasi yang telah dibuat, walaupun aturan itu tidak ditulis, tetapi ditaati oleh seluruh anggota .
Alumni SMP yang aku ikuti itu biasa melakukan aksi sosial berbagi beras, takziah saat meninggal dan datang bersama saat pesta anak dan keponakan. Seluruh anggota akan datang dengan berbahagia dan mengumpulkan amplod secara bersama , kemudian menyerahkan kepada teman yang pesta.
Ini sebenarnya sama seperti arisan, hari ini kita datang ke pesta teman dan lain kali teman-teman yang datang ke rumah kita.
Tetapi ada anggota alumni yang membuat jengkel sebut saja namanya Rara, karena sikap masa bodoh dan kurang etika dalam bergorganisasi. Grup alumni ini sepertinya hanya azas manfaat baginya dalam kepentingan pribadinya. Saat 3 orang anaknya menikah , semua teman-teman datang dan memberikan amplod dengan jumlah yang cukup besar, tetapi gilirang orang lain pesta, ada saja alasan dia tidak datang, mulai dari HP hang, belum sempat baca whatsapp, kesasar dan lain sebagainya.
Selama ini aku tidak terlalu perhatian, tetapi teman-teman mengeluh jika tidak mau lagi datang apapun yang terjadi pada Rara. Aku baru ngeh ternyata memang Rara begitu. Aku binggung orang seperti ini diapain ya, dikeluarin dari grup atau tetap dalam grup ya .
Kok ada ya orang yang seperti ini, apakah teman yang kurang etika seperti ini juga ada di lingkungan bapak ibu ?
Pariaman, 11 Mei 2023
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
