Bedah buku Tragedi Kanso Traumatik Etnisitas Cina di Pariaman
Sofiawati
Tagur 108
@@@
Hari ini bedah buku di kantor Balaikota Pariaman dengan peserta dari berbagai unsur. Mulai dari mahasiswa, guru, tokoh masyarakat yang merasa tertarik ikut bedah buku ini.
Acara ini diadakan oleh organisasi Satu Pena Sumatera Barat dengan ketua Panitia Andri Satria Masri, M.Si. Acara pertama kata sambutan dari ketua DPD Satu Pena Sumbar Ibu Sastri Bahri yang menyampaikan bahwa ada banyak program yang dilakukan oleh organisasi Satu Pena ini salah satunya bedah buku yang berlangsung saat ini.
Acara akan dibuka oleh Prof. Dr. Genius Umar. M.Si sebagai keynote speaker dengan pembanding dua Pembicara dari Jakarta dan Unand Padang. Beliau adalah Ibu Dr. Free Hearti seorang dosen yang juga pakar budaya, disamping itu beliau juga seorang penulis. Aktifitas beliau tidak diragukan lagi karena sudah diundang menjadi narasumber di beberapa benua yang ada. Beliau asli orang Pariaman tepatnya di Kurai Taji Pariaman Selatan. Uniknya beliau juga keturunan Cina yang besar di Pariaman. Beliau menyampaikan bahwa orang Cina itu dimanapun berada selalu berhasil dalam bidang perdagangan dan itu juga dimiliki oleh orang minang.
Pembanding kedua Bapak Dr. Hasanuddin. M.Si salah seorang dosen Unand Padang yang melihat bahwa orang Pariaman itu sangat toleran terhadap etnis manapun yang datang ke Pariaman. Mereka dapat hidup berdampingan dengan etnis manapun di dunia dan diangap sebagai keluarga oleh raja atau etnis lain.
Armadi sendiri sebagai penulis mengangkat buku ini agar pembaca memahami dan merubah image yang ada selama ini bahwa orang Pariaman itu kejam dan membunuh orang Cina dengan kanso. Tetapi sebenarnya itu dilakukan hanya kepada beberapa orang Cina yang berkianat terhadap perjuangan melawan penjajah jepang saat itu. Karena setiap rencana yang akan dilakukan oleh pejuang Pariaman, selalu diketahui oleh Jepang, tentu itu menjadi sebuah pertanyaan besar, siapa yang telah menjadi mata-mata jepang yang telah membocorkan rencana para pejuang. Akhirnya diketahui bahwa ada beberapa yang menjadi pengkianat dan itu orang Cina.
Berharap bedah buku memberikan sebuah asupan wawasan kepada peserta yang hadir, untuk mengetahui sejarah yang sesungguhnya serta mampu menjelaskan apa sebenarnya yang terjadi untuk meluruskan sejarah. Bahwa yang dibunuh itu hanya yang berkianat sedangkan yang tidak mereka tetap aman di Kota Pariaman. Satu lagi bahwa aset orang Cina tidak pernah diambil dan dijarah oleh masyarakat Kota Pariaman. Terbukti hingga saat ini masih ada aset Cina yang disewakan kepada masyarakat asli
Pariaman, 19/8/23



Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
