SRI WAHYUNI

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Air Mata Pejuang Garis Dua

~ Terluka ~

Sekian detik berlalu dalam senyap. Aku dan Ganeshi sama-sama sibuk dengan perasaan yang berdesakan di dada. Tak ada satu pun kata yang sanggup menenangkan kegelisahan ini.

Ketika tanpa sengaja pandang kami berjumpa pada satu titik, isak Ganeshi seketika meneteskan pilu di relung hatiku. Persahabatanku dengannya yang biasanya riuh oleh canda dan tawa, kini berubah sunyi, berhias air mata yang jatuh tanpa mampu kami cegah.

"Maafkan aku, Sungguh aku tak pernah berniat melukai hatimu, juga abang kita."

Kugenggam erat tangan Ganeshi dengan kedua telapak tanganku. Entah mengapa, tiba-tiba aku merasa takut kehilangan dia. Echi yang selalu bersikap manja, yang selalu ada dalam suka ataupun duka, dan yang sering menemani kemana pun aku pergi.

Ah, betapa berdosanya aku. Hari ini aku telah membuat sahabat terbaikku menangis. Padahal selama ini dia selalu menghadirkan senyuman hangat, bahkan acapkali menyuguhkan tawa renyah di sela-sela perbincangan kami.

Echi adalah gadis periang. Sejak duduk di bangku SMP hingga SMA, kami selalu satu kelas. Saat kuliah pun, kami satu fakultas walaupun berbeda jurusan. Ganeshi mengambil Pendidikan Matematika sedangkan aku memilih Bahasa Indonesia.

***

Kampung Asa, 21 Januari 2026

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post