Jodoh
"Ndhuk, memilih jodoh itu tak seperti mengisi teka-teki. Cari jawaban, masukkan. Kalau cocok bertahan, nggak cocok dibuang."
Kata-kata ayah selalu terngiang di telingaku.
"Menikah adalah ibadah. Yang kita harapkan, sekali menikah untuk selamanya."
Dalam hal ini aku sangat sependapat dengan ayah. Dari dulu memang inginku sekali membuka hati hanya untuk satu lelaki.
"Kamu boleh memilih sendiri jodohmu, asal kamu bisa mempertanggungjawabkan pilihanmu."
Ada bening yang tak bisa kutahan. Tiba-tiba saja kristal bening itu berlari,
menyusuri lekuk pipi tanpa permisi. Apakah rasa ini pantas disebut kehilangan? Sementara di antara kau dan aku belum pernah ada ikatan.
***
Kampung Asa, 16 Januari 2025
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan