Serpihan Asa
Almanak 2025 telah terlipat rapi, menyimpan jejak hari yang pernah basah oleh air mata dan kering oleh doa. Di setiap lembarnya, ada butiran tasbih yang tak henti berputar, menyebut asma-Mu dalam lirih yang nyaris tak terdengar.
Di lembar-lembar berikutnya, serpihan asa akan kembali kutata. Meski masih tersisa luka yang perihnya belum sepenuhnya reda, aku ingin tetap melangkah tanpa amarah. Biarlah luka itu menjadi bagian dari cerita perjalanan yang mengajarkan arti keikhlasan, tentang sabar yang tumbuh diam-diam di sela-sela air mata.
Hari ini aku ingin merapikan hati dari prasangka dan sesal yang tertinggal di sudut ingatan. Bukan mengejar sempurna, aku hanya ingin lebih istikamah dalam melangkah demi menggapai rida-Mu. Semoga esok dan selanjutnya, hidupku lebih tertata. Bismillah.
***
Kampung Asa, 2 Januari 2025
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
