Belajar Bertahan
Ramadan hari kelima, aku merasa belum apa-apa. Masih banyak waktuku yang terbuang sia-sia. Belum banyak hal positif yang aku lakukan.
Hal yang paling menyedihkan adalah aku belum bisa bersikap sabar. Walaupun hati telah berjuang untuk berdamai dengan luka, air mata masih saja berontak. Meski hati ingin setulus hati memaafkan, rasa sakit itu masih setia bertahan.
Ya Rabb, ampuni aku bila imanku belum kokoh. Di bulan yang suci ini, aku ingin mendapatkan ampunan-Mu. Semoga hari-hari yang akan kujalani lebih baik daripada hari ini. Izinkan aku percaya bahwa tak pernah ada luka yang sia-sia.
***
Kampung Asa, 23 Februari 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan