SRI WAHYUNI

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Belajar Menjadi Hujan

Hujan mewarnai sepanjang hari ini. Dari pagi hingga malam hari, titik-titik air tak henti menyapa, walau dengan irama yang berbeda. Kadang hujan turun perlahan, seakan meresapi setiap detik perjalanannya. Kadang hujan berlari kencang seakan ingin cepat sampai tujuan untuk melabuhkan harapan yang sekian lama terpendam.

Kehadiran hujan bukan untuk menebar luka pada semesta. Justru ia datang untuk memberikan kesejukan, membawa cinta yang diam-diam menyuburkan harapan. Hujan tak pernah bertanya, untuk apa ia datang. Ia hanya tahu cara memberi dan memberi, walaupun hadirnya kadang tak dianggap sama sekali.

Mari, belajar menjadi hujan yang rela jatuh dimana saja asalkan bisa mencipta bahagia, bukan menjadi badai yang tega menghancurkan apa yang tampak di depan mata. Semoga Ramadan kita senantiasa sejuk dan menyenangkan seperti hujan yang turun membawa rahmat. Semoga.

***

Kampung Asa, 24 Februari 2026

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post