SRI WAHYUNI

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

BersihBersih Musala

[21:36, 13/02/2026] Sri Wahyuni: Ketika langit berkawan mendung, tak perlu gelisah. Semesta tak sedang marah. Di balik gelapnya alam, selalu tersimpan harapan akan hadirnya hujan yang bisa memberikan kesejukan. Bila malam-malammu terganggu oleh pilu yang menyesakkan dada, tumpahkan tangismu di atas sajadah. Biarkan air mata bicara tentang luka dan kecewa, tentang perih yang membuat hatimu merasa sangat letih. Jangan pernah menghapus gelisah dengan amarah karena amarah adalah api yang bisa menghancurkan diri sendiri. Peluklah gelisah itu dengan dzikir yang tenang. Yakinlah bahwa yang berat akan membuatmu menjadi lebih kuat. *Kampung Asa, 13 Februari 2025[22:17, 14/02/2026] Sri Wahyuni: Sabtu siang, kami sekeluarga berlibur ke kota. Mumpung si sulung pulang. Semenjak dia diterima bekerja di luar kota, jarang-jarang kami bisa pergi dengan formasi lengkap kayak begini. Sepanjang perjalanan, masing-masing sibuk bertanya, "Kemana? Kemana dulu?" Pertanyaan itu tak segera terjawab karena memang kami tak punya tujuan yang pasti. Niatnya hanya mencari udara segar di luar rumah sekalian cuci mata. "Lippo." Si bungsu akhirnya buka suara. Katanya dia ingin mencari sandal. Si sulung pun mengiyakan karena ia ingin membeli celana. Yang lain pun akhirnya menyetujui usulan ini, termasuk aku. Walaupun sebenarnya dalam hati aku kurang tertarik karena kakiku mudah capek bila dibuat jalan-jalan terlalu lama. Sesampai di Lippo, kami…[15:07, 15/02/2026] Sri Wahyuni: Ramadan sesaat lagi akan tiba. Ada harapan yang bersemi di dada, bahwa kehadiran Ramadan akan membawa kesejukan, seperti embun yang jatuh perlahan di dalam hati yang lama gersang. Semoga di Ramadan nanti, aku bisa mengarungi indahnya telaga iman, menyelami sejuknya samudera takwa. Semoga puasaku tidak hanya mengajarkan cara menahan lapar dan dahaga, melainkan juga mengajarkan cara menumbuhkan sabar di antara gelisah yang acapkali menerpa jiwa. Ya Rabb, aku rindu peluk-Mu yang hangat, yang membuat hati merasa dekat. Aku rindu tatap-Mu yang tak pernah menghakimi meski hatiku sering berlari menjauh dari cahaya-Mu. Andaikan ujian yang datang adalah cara indah-Mu untuk menyayangiku, berilah aku dada yang lapang untuk menerima setiap luka yang men…[19:37, 16/02/2026] Sri Wahyuni: Hari ini, aku membersihkan musala Al Barokah. Musala ini berlokasi di dekat rumah, tempat aku biasa melaksanakan salat berjamaah. Berdua saja aku membersihkan musala itu. Aku bersama kakak sepupu. Maklumlah, biasanya memang kegiatan kerja bakti dilaksanakan H-1 Ramadan. Lha sekarang masih H-2. Jadi belum ada temannya. Ketika kakakku menyapu lantai, aku membersihkan jendela dengan kemucing. Setelah lantai selesai disapu semua, barulah aku mengambil alat pel. Ternyata kakakku langsung berpamitan setelah tugasnya menyapu tuntas. Alamak, sendirilah aku. Saat mengayunkan alat pel, ada rasa haru yang menyelinap di kalbu. Walaupun saat di.rumah aku sama sekali tak pernah berurusan dengan alat pel, di sini aku merasakan bahwa tugas ini terasa enten…

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post