Buang Penat
Penat yang tercipta hari ini harus aku buang. Hal ini harus aku lakukan karena ada yang setia menunggu hadir kami, tante dan mertuanya.
Sudah menjadi kebiasaan, semenjak tante sakit, seminggu sekali kami menjenguknya. Yang sering malam Sabtu. Kalau pas berhalangan, kami akan menggantinya pada keesokan harinya. Giat ini sudah berlangsung selama tiga tahun lamanya.
Ketika tante masih sehat, dia adalah orang yang paling peduli terhadap saudara. Setiap ada yang sakit dan dirawat di rumah sakit, tante selalu pasang badan. Tante rela menunggu berhari-hari dan terus membantu si sakit saat pulang dari rumah sakit.
Saat ini, tante sudah tak bisa kemana-mana karena penyakit stroke yang dideritanya. Saya tak bisa gantian merawat tante karena harus bekerja. Bisanya hanya menjenguk dia dan itu pun hanya seminggu sekali.
Cepat sembuh ya, Te. Jangan pernah menyerah dalam menjalani hari-hari yang tak mudah. Semoga Tante bisa kembali berjalan dan kita bisa pergi bersama-sama lagi.
***
Kampung Asa, 27 Februari 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan