TEGAR
Ketika langit berkawan mendung, tak perlu gelisah. Semesta tak sedang marah. Di balik gelapnya alam, selalu tersimpan harapan akan hadirnya hujan yang bisa memberikan kesejukan. Bila malam-malammu terganggu oleh pilu yang menyesakkan dada, tumpahkan tangismu di atas sajadah. Biarkan air mata bicara tentang luka dan kecewa, tentang perih yang membuat hatimu merasa sangat letih. Jangan pernah menghapus gelisah dengan amarah karena amarah adalah api yang bisa menghancurkan diri sendiri. Peluklah gelisah itu dengan dzikir yang tenang. Yakinlah bahwa yang berat akan membuatmu menjadi lebih kuat. *Kampung Asa, 13 Februari 2025
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan