Gara-Gara Sambal Terasi
Hari ini, menu berbuka adalah sayur bening bayam plus sambal terasi. Ada rasa cemas di dadasaat hendak berbuka dengan sambal terasi. Bukan cemas karena takut sakit perut, tetapi karena khawatir nasi yang ngikut bakalan tak terkendali.
Besty, menahan jarum timbangan agar tak laju ke kanan ternyata berat ya? Sama beratnya dengan menahan rindu ke kamu. Ehm. Beberapa waktu yang lalu, saat kutimbang dan turun lima kilo, hatiku bersorak gembira. Sudah bikin pengumuman ke mana-mana juga. Eh, tak lama kemudian balik lagi ke setelan awal. Duh, kah. Syedih.
Dulu, saat masih gadis, aku layaknya angka satu. Tilang alias tinggi dan langsing. Mungkin karena makannya susah. Pilih-pilih banget. Sayur nggak mau, sambal terasi apalagi. Nah, gara-gara doyan sambal terasi jadi enak selera. Akibatnya jarum timbangan terus melaju ke kanan. Ambyar.
***
Kampung Asa, 15 Maret 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan