Mudik
MUDIK
Yoen
**
Sekoper niat
Sekardus keinginan
Sekeranjang mimpi
Menjadi bekal perjalanan hati
Melintasi hari-hari
Di bawah langit Ramadan nan teduh
*
Hiruk-pikuk bisikan duniawi
Menyusup perlahan ke relung hati
Mematahkan ranting-ranting asa
Yang kadang memang rapuh oleh waktu
*
Dalam padatnya arus mudik
Aku tak ingin melirik
Gemerlap dunia
Luka-luka lama
Yang hanya membuat imanku jalan di tempat
*
Ramadan adalah saatnya berkemas
Bergegas pulang pada makna
Demi bahagia yang sesungguhnya
***
Kampung Asa, 18 Maret 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan