Gara-Gara Tak Literat
Sudah lama aku membolos senam. Selama Ramadan, sebulan penuh aku tak menghadiri kegiatan rutin Minggu pagi ini. Puasa-puasa, takut kehausan jika terlalu banyak aktivitas. Ih, lebay ya?
Setelah hari raya, kegiatan senam kembali dimulai tepatnya minggu kemarin. Karena bersamaan dengan acara hajatan di rumah kakak, aku kembali absen. Sesuai undangan, hari itu kegiatannya selain senam juga halal bihalal. Duh, jadi nggak bisa bermaaf-maafan dengan teman. Padahal dosaku lumayan banyak sepertinya.
Minggu ini, aku ragu untuk berangkat senam. Ingin berangkat tapi tugas menumpuk. Mau nggak berangkat, aku dah kangen sama teman-teman. Setelah sekian lama menimbang, akhirnya kuputuskan untuk berangkat.
Karena waktunya dah telat, aku nggak baca info di grup yang sudah menumpuk. Semua pesan langsung aku hapus hingga tersisa satu pesan yang aku bintangi, jadwal seragam. Sesuai jadwal itu, minggu ketiga adalah kaos hitam dan hijab pink.
Dengan sat-set, wat-wet, akhirnya sampai juga aku di lokasi senam. Eit, tapi apa yang terjadi? Ternyata semua berkebaya ala Kartini. Alamak, jadi malu. Udah telat, saltum pula. Beginilah jadinya kalau nggak literat. Ambyar.
***
Kampung Asa, 19 Mei 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
