Kartini, Cahaya Abadi
KARTINI, CAHAYA ABADI
Yoen
Kartini
Dalam sunyi kuhirup wangi peluhmu
Dalam gemerlap kutatap paras elokmu
Seuntai doa mengalun pilu di relung jiwa
21 April 1879
Engkau terlahir sebagai cahaya
Di tengah gelap yang memeluk jiwa
Darah biru yang mengalir di tubuhmu
Tak membuatmu tumbuh riang dimanjakan oleh keadaan
Dengan goresan pena
Engkau mengetuk pintu peradaban
Pada lembar-lembar yang kau kirim
Kepada Rosa Abendanon
Engkau titipkan resah kaummu
Yang terbelenggu oleh waktu
Yang tertindas oleh zaman yang enggan berubah
Kartini, hari ini kami berdiri di sini
Merajut kisah yang lebih indah
Karena cahaya emansipasi yang kau semai tak pernah mati
Kampung Asa, 21 April 2025
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan