Kuyup
Mengendarai kuda besi, membelah jalanan di bawah guyuran hujan, rasanya dingin-dingin empuk. Sepatu basah, seragam kuyup, karena hujan turun begitu tiba-tiba, tanpa memberi aba-aba sebelumnya.
Ketika ada kesempatan berteduh, aku berusaha mengeluarkan jas hujan dari dalam jok. Karena jaket terlanjur basah, memilih bertahan pun kurasa hanya sia-sia. Akhirnya kuputuskan untuk nekat, menerobos hujan dengan mengenakan jas hujan bagian atasnya saja.
Sepanjang jalan, aku merasakan hawa dingin yang menyiksa seperti saat aku kehilangan senyummu. Namun aku memilih untuk tidak mengeluh karena keluhan hanya akan membuat masalah terasa semakin berat.
***
Kampung Asa, 1 April 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan