Perpisahan
Cinta baru terasa kokohnya ketika kita harus berada di ujung perjumpaan. Ternyata benar kata mereka bahwa perpisahan selalu saja menghadirkan rasa pilu di dada.
Empat tahun bukanlah waktu yang pendek untuk perjalanan sebuah kisah. Ada senyum, tawa, canda, dan mungkin terselip alpa yang tanpa sengaja menghadirkan luka dan kecewa. Bagaimanapun bentuknya, perjalanan yang telah kita lalui bersama telah menghadirkan makna sejati dari sebuah kebersamaan.
Ketika tiba saatnya laju perahu harus menempuh arah berbeda, jangan bersedih karena dermaga kita tetap sama. Semangat berjuang, dengan tetap saling menggenggam. Percayalah bahwa cinta sejati tak pernah terjeda oleh ruang dan waktu.
***
Kampung Asa, 22 April 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan