Puisi untuk Bunda
BUNDA TERSAYANG
Yoen
**
Empat warsa kita bersemuka
Memadu langkah walau kadang tak mudah
Menautkan mimpi yang nyaris tiada bertepi
*
Di antara hari-hari yang kita pilih
Ada letih yang menjelma bahagia
Ada ragu yang tumbuh jadi rindu
Dalam senda, ada cinta yang tak pernah berpura-pura
*
Sidomuncul dan Utama Raya
Kelak akan bersaksi
Bahwa cinta sejati tak pernah mati
*
Bunda
Terima kasih telah menghujani kami dengan setumpuk perhatian, juga setumpuk pekerjaan yang seakan tak pernah final
Hingga melahirkan omelan-omelan kecil
Namun ujung-ujungnya tetap dikerjakan
*
Bunda
Terima kasih telah mengajak kami meninggalkan zona nyaman
Berlari dan berlari
Hingga hari-hari terasa bagai duri
Perih menikam, tapi endingnya bikin senang
Hore, kita menang!
*
Ketika Bunda harus pergi
Punah rasanya kata-kata
Karena kami harus kehilangan sosok ibu sejati
Seperti Kartini
***
Kampung Asa, 24 April 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
