Senasib
Terapi hari ini, antriannya lumayan panjang. Ada dua jam lamanya waktu yang aku butuhkan untuk menunggu hingga terapi. Ya, lumayan capek sih. Setelah seharian bekerja, aku masih harus merelakan waktu dua jam lagi untuk ikhtiar sehat.
Saat di ruang tunggu, ada ibu-ibu yang duduknya terlihat gelisah. Sebentar dia duduk, berdiri, jalan-jalan, lalu duduk lagi. Entah berapa kali itu dilakukannya. Melihat dari ekspresi wajahnya terlihat kalau beliau sedang bersedih.
Saat kursi di sebelahku kosong, beliau langsung menempatinya. Lalu, beliau mengeluhkan rasa sakitnya padaku. Saat kutanya bagian mana yang sakit, beliau menjawab, "Sakit semua rasanya badanku, Ndhuk. Aku habis operasi."
Iba rasanya aku melihat si ibu. Menurut penjelasan beliau, sakitnya adalah karena pengapuran. Deg, penyakit yang sama dengan aku. Dalam hati aku mendoakan si ibu agar segera sembuh, demikian juga dengan sakitku.
***
Kampung Asa, 28 April 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan