SRI WAHYUNI

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Buah Jatuh

Kereta api (KA) Ranggajati kini telah berbenah diri. Per Januari 2026, KA ini tampil dengan wajah baru yang tentu lebih menawan. Tujuan utamanya sudah pasti dalam rangka memberikan pelayanan prima, alias memanjakan penumpang.

Berangkat dari Jember pukul 05.45, aku dan si bungsu sangat menikmati perjalanan ini. Selain tempat yang representatif, perjalanan dengan kereta memiliki fleksibilitas yang tinggi. Penumpang leluasa ber jalan-jalan, ke toilet atau menuju restorasi. Dengan demikian, badan tidak pegal-pegal akibat duduk lama dengan posisi yang menyiksa.

Pemandangan yang disuguhkan melalui kaca jendela juga cukup menawan karena jalur kereta acapkali melewati area kebun dan persawahan. Teringat olehku cerita ayah dulu bahwa saat menikmati perjalanan pagi hingga sore hari, ayah tak pernah memejamkan mata. Sayang, kata beliau, kalau rekreasi isinya hanya tidur.

Kepada si bungsu, aku bercerita bahwa dulu akungnya tak suka mengajakku naik kereta. Alasannya, karena saat berhenti di stasiun, banyak sekali pedagang asongan yang masuk dan menawarkan dagangannya. Sementara aku doyan banget njajan.

Mendengar ceritaku, si bungsu senyum-senyum. Mungkin dalam hatinya berkata, "Kalau anaknya suka jajan, pasti diomelin. Padahal buah jatuh kan tidak jauh dari pohonnya."

***

Kampung Asa, 10 Mei 2026

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post