Setangkai Asa
Kusapa Jogja, tak hanya dengan senyuman tapi juga dengan setangkai asa. Semoga hari-harinya kan menghadirkan cerita indah, khususnya buat si bungsu.
Hari ini, aku berdiri di sini bukan tanpa sengaja. Ada perjalanan panjang dimana aku harus belajar melepaskan segala ego. Dunia sudah berbeda dan tak mungkin aku memaksa si bungsu untuk kembali ke zamanku.
Tuhan, aku titipkan nasib anakku pada-Mu yang Maha Rohman dan Maha Rahim. Aku rida memaafkan semua kesalahan anakku dan semoga keridaanku dapat menghantarkannya menuju rida-Mu. Aamiin.
***
Kampung Asa, 11 Mei 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan