Surat Perdana
SURAT PERDANA
By Mama
Aku lipat rindu ini dengan rapi,
lalu kusimpan di sudut paling sunyi. Biarkan semesta mencatat bahwa ada hari-hari yang sulit untuk kita lewati, tetapi kita wajib bertahan demi sebuah impian.
Ketika isak bicara di tengah malam buta, aku akan mencoba meredakannya dengan melangitkan doa. Meski hati masih bergetar cemas, aku percaya bahwa perlahan akan tumbuh ikhlas.
Semangat berjuang dengan menggenggam keyakinan bahwa Allah akan membukakan jalan bagi yang bersungguh-sungguh meminta. Tetaplah di jalan-Nya agar hati tak kehilangan arah.
***
Kampung Asa, 26 Mei 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan