Terlena
Ketika Subuh tiba, kadangkala rasa kantuk kian merajuk. Di sela dingin dan sunyi pagi, ada keinginan hati untuk kembali meringkuk manja, terlena dalam hangatnya selimut mimpi.
Jangan pernah terbuai oleh manisnya tipu daya. Ingatlah bahwa setan tak pernah berhenti menjalankan tugasnya, menggoda manusia. Ketika netra masih enggan terbuka, di sinilah sebenarnya setan sedang berpesta pora, merayakan kemenangannya dalam menjatuhkan manusia.
Di sepertiga malam, Allah tak hanya menciptakan keheningan. Ada ruang istimewa bagi doa-doa yang ingin dilangitkan. Dalam jembatan sunyi, Allah akan membentang samudera kasih-Nya. Sungguh sayang, bila kita membiarkan saat istimewa ini berlalu tanpa makna.
Percayalah, bahwa Allah menyayangi kita tak selamanya lewat cara yang kita inginkan. Kadang bahasa cinta-Nya justru tumbuh dalam air mata yang jatuh. Lewat luka-luka dan kecewa yang seolah tak ada habisnya.
***
Kampung Asa, 13 Mei 2025
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan