Air Mata Sang Pendosa
Hari-hari yang aku jalani tak selamanya menyuguhkan senyum dan tawa. Ada kalanya perih menyapa, sebagai isyarat untuk lebih dekat pada Pemilik Kehidupan.
Di antara pahitnya luka, hati memilih bertahan dengan menggenggam harapan. Meski badai ujian menyapa tanpa henti, aku memilih percaya bahwa kasih-Nya Maha Luas dan tak bertepi.
Ya Rabb, Engkau Maha Tahu seberapa perih yang kami rasakan. Engkau juga Maha Mengetahui apa yang tersembunyi. Izinkanlah kami, sang pendosa ini menyandarkan harap pada-Mu, karena kutahu Engkau Maha Tahu yang terbaik.
Dalam setiap ratap, aku ingin senantiasa belajar menumbuhkan sabar. Walau langkahku masih tertatih, aku tak ingin berhenti di titik letih. Semoga di balik musibah, Allah menyiapkan takdir yang indah.
***
Kampung Asa, 17 Juni 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan