Atlet Kagetan
Ikhtiar sehatku pagi ini adalah senam di Dira. Usai senam, aku berenam jalan mengitari lapangan Kesilir sebanyak lima putaran.
Sebelum jalan, kami sempatkan sarapan di warles yang ada di tepi lapangan. Melihat aneka sayur yang menggelitik lidah, aku pilih meninggalkan nasi. Urap-urap, tumis pepaya, dan tumis pare, serta lauk perkedel dan telur dadar sudah bikin kenyang.
Usai sarapan, saatnya pembakaran lemak. Sesuai niat awal, kami mengitari lapangan sambil bercanda ria dan tak lupa selfi. Sinar mentari begitu hangat seakan ikut bergembira menyambut kehadiran para wanita usia senja yang selalu semangat berburu sehat.
Usai olga, kami tak langsung pulang melainkan kembali singgah di warles untuk membeli minuman hangat. Ada yang pesan kopi dan saya memesan segelas white coffee, minuman favorit. Kacang rebus dan jajan pasar turut serta menemani acara perjamuan sederhana ini.
Pukul sembilan kami mengakhiri kegiatan dan pulang ke rumah masing-masing. Begitu masuk rumah, perut terasa mules dan aku langsung diare. Mungkin ini gara-gara aku tak makan nasi tapi berani minum kopi. Emang bandel!
Malamnya, badan terasa pegal-pegal semua. Pinggang dan kaki terasa kaku dan sedikit nyeri. Aih, kelihatan kalau selama ini jarang olah raga. Mungkin badanku kaget ya? Ampyun.
***
Kampung Asa, 21 Juni 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan