SRI WAHYUNI

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Lembaran Baru (2)

Sudah terlalu lama, aku hidup dalam ketidakpastian. Menunggumu laksana menantikan datangnya hujan saat kemarau panjang. Tak pernah ada tanda-tanda, kapan waktunya akan tiba. Sementara waktu kian jauh berjalan, setapak demi setapak meninggalkan jejak kenangan yang perlahan memudar di beranda ingatan.

Kau dan aku hanyalah dua nama yang pernah tinggal di lembaran kisah yang sama. Kita pernah berbagi cerita, tertawa bersama, dan saling menguatkan ketika salah satu di antara kita sedang tak baik-baik saja. Aku yang anak bungsu merasa begitu bahagia, menemukan sosok abang penyayang dalam dirimu, menggantikan abangku yang tinggal di kota lain.

Aku yang dulu selalu berjanji pada hati untuk menjadikanmu yang pertama dan terakhir, ternyata hanya menggenggam angan yang perlahan menghilang ditelan keraguan. Semenjak engkau pergi, aku merasa selalu berjalan sendirian, menyusuri lorong-lorong hampa yang tak pernah mengantarkan aku pada satu tujuan. Hanya kecemasan yang menemani, hingga pada akhirnya aku memilih berhenti.

Mungkin ini jalan terbaik yang harus kupilih, karena hati juga perlu belajar menerima apa yang tak mampu dipertahankan. Semoga kelak engkau mengerti bahwa menggenggam sesuatu yang tak pasti hanya membuat hati bertambah letih.

***

Kampung Asa, 20 Juni 2026

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post