Menggenggam Asa
Mendengar cerita dari para jamaah haji, selalu menumbuhkan keinginan untuk pergi ke tanah suci. Selalu dan selalu cerita indah yang mereka sampaikan.
Hari ini, saya kembali melakukan ziarah haji ke dua tempat, bersama teman-teman sekantor. Dengan saksama, kami mendengarkan setiap butiran kisah yang disampaikan oleh haji dan hajjah yang kami kunjungi. Sesekali, teman-teman yang pernah pergi ke tanah suci menimpali cerita itu. Sementara kami yang belum haji/umroh hanya menjadi pendengar setia.
Di rumah pertama, kami disuguhi cerita tentang perjuangan mendampingi tamu-tamu Allah karena beliau sebagai petugas pembimbing haji. Dengan gaya humoris, beliau menceritakan kisah-kisahnya mendampingi banyak jamaah dengan karakter yang kompleks. Berbekal keteguhan dan kesabaran, akhirnya beliau dapat menuntaskan tugasnya.
Di rumah kedua, kami mendapatkan cerita tentang ketelatenan beliau mendampingi jamaah lansia. Juga tentang trik menjaga kebugaran agar bisa istikamah melakukan ibadah. Menurut beliau, yang penting waktu makan nggak rewel atau pilih-pilih, insya Allah diberi sehat.
Kutabung semua hikmah ziarah haji. Semoga suatu hari nanti, saya dan suami memiliki takdir indah untuk menjadi tamu Allah dan bisa mengamalkan setiap nasihat yang mereka berikan. Ya Rabb, mampukan aku dan Pak Su untuk menjadi tamu-Mu di 2027 nanti.
***
Kampung Asa, 30 Juli 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan