Perca-Perca Masa Lalu
Hari ini aku dan kawan-kawan kembali berburu sehat dengan olahraga jalan kaki. Sengaja kami mencari tempat yang lain daripada biasanya untuk menghindari kejenuhan.
Pertama, kami mengitari alun-alun Jember. Empat kali putaran, lumayan menghasilkan keringat. Sebenarnya, maunya sih lebih dari itu. Akan tetapi, aku harus mempertimbangkan lututku yang baru saja selesai menjalani terapi.
Dari alun-alun, kami bergeser ke Dira untuk sarapan. Kebetulan Bunda owner Dira ikut bersama kami, jadi
bisa sarapan gratis. Namanya mak-emak, paling senang kalau dapat yang gratisan. Wakakak.
Setelah sarapan, petualangan dilanjutkan ke lapangan Unej. Di sini kami nggak olga lagi, melainkan hanya duduk-duduk sambil menikmati rujak manis.
Walaupun hanya sejenak, kedatanganku di kampus tercinta bisa mengobati rindu yang sekian lama terpendam di dalam dada. Rindu pada kampusku yang biru dan rindu pada kamu. Ehm.
Masih tersimpan rapi di benakku, saat kita menyusuri dobel way dengan setengah berlari karena takut terlambat masuk kelas. Tak kan terlupakan saat kita berburu mie ayam di Fakultas Pertanian, dan perutku memperdengarkan irama keroncong saat kita berada dalam antrian panjang.
Semua cerita tentang kita laksana sebuah sinema yang kembali tayang dalam benak: begitu indah untuk dikenang, tetapi tak mungkin akan terulang. Karena pada akhirnya, kita harus berjalan mengikuti takdir.
***
Kampung Asa, 22 Juni 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan