Terlalu
Pagi ini, lapak ruang guru banjir makanan. Teman-teman banyak yang membawa aneka lauk menu daging lengkap dengan nasi, sayur, dan dadar jagung.
Kebetulan pagi ini saya hanya sarapan telur rebus dan sayur labu. Jadi pas makanan datang, semua saya cicipi. Ada krengsengan daging plus kacang merah, dendeng, daging dimasak entah apa namanya, dadar jagung, ikan pe plus terong bersantan, dan sedikit bihun.
Mungkin lidahku bingung mencerna rasa karena aneka makanan yang aku santap. Yang lebih bingung lagi mungkin organ pencernaan dalam tubuhku. Kenyang sih kenyang. Tapi tak berapa lama kemudian, aku langsung diare.
Ya Rabb, ampuni aku. Mungkin aku telah salah, bersikap serakah ketika ada aneka makanan yang terhidang. Aku terlalu menurutkan nafsu untuk merasakan semuanya. Semoga ini menjadi pelajaran bahwa yang terlalu selalu berakibat tidak baik.
***
Kampung Asa, 3 Juni 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan