Membeli Mimpi (14)
Menjemput si bungsu di stasiun kereta, hati ini diliputi rasa bahagia. Dua bulan tak bersua, sudah pasti ada rindu yang bersarang di dada. Rindu yang begitu besar karena ini baru kali pertama si bungsu pergi begitu lama.
Saat mobil kami berbelok memasuki gerbang stasiun, penumpang Ranggajati telah berhamburan di tempat parkir. Artinya, kami datang tepat pada waktunya. Tidak mengawali dan tidak perlu membuat si bungsu menunggu terlalu lama. Istilah kerennya "ngepres".
Turun dari mobil, aku langsung melihat si bungsu yang rempong dengan barang bawaanya. Satu koper besar dan kardus yang bertengger di atasnya. Tangan kiri menyeret koper dan tangan kanannya memegang beberapa tas kain. Melihat betapa repotnya dia, spontan aku berlari dengan tujuan membantu membawakan barang bawaannya.
Aku abaikan dulu niat untuk memeluknya walaupun sebenarnya rindu ini menuntut segera menemukan obatnya. Ada rasa haru ketika si bungsu ternyata menolak uluran tanganku. Teringat olehku saat kami pergi ke Jogja bersama dan si bungsu selalu ambil peran membawa semua barang bawaan. Si Emak hanya ditugasi membawa barang yang ringan seperti jaket dan tas berisi kudapan.
Seiring berjalannya waktu, si bungsu selalu menunjukkan sikapnya yang kian bertambah dewasa. Aku terharu karena melihat dia tumbuh menjadi anak yang mandiri dan tangguh, jauh berbeda dengan sifatku yang manja dan cenderung penakut. Walaupun selama ini aku sering bersikap over protektif padanya, si bungsu tak menjadi anak yang cengeng.
Begitu asyiknya aku menikmati lamunan hingga lupa akan keinginanku untuk segera memeluk Adik syantik tersayang. Namun apa yang terjadi saat aku berusaha mendekatinya? Cinta pertamanya sudah lebih dulu memeluknya dengan segenap cinta. Hm, ter...lalu!
***
Kampung Asa, 22 Juli 2026
# Tagur hari ke-15
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan