Nak, Tetaplah di Jalan Allah
Tadi pagi saya belanja di warung ditemani Pak Su. Sesuai request si bungsu, tak lupa kubeli seikat sayur kangkung. Untuk lauknya, tempe, jagung manis rencana buat perkedel, dan tuna irisan.
Selain membeli bahan mentah, saya juga membeli matangnya. Sayur bobor dan botok lamtoro sungguh menggoda. Sengaja kubeli kedua jenis makanan itu agar saya tidak perlu terburu-buru masaknya karena Pak Su harus berangkat pagi. Sementara si bungsu yang menginginkan tumis kangkung tak terbiasa sarapan pagi.
Oh ya, saya juga membeli aneka jajan pasar untuk dibawa Pak Su ke sekolah. Ada latok, lupis, dan pura. Jajan pasar dan aneka kukusan adalah kudapan favorit Pak Su. Memang beliau adalah anak singkong, bukan anak keju. Wakakak. Kalau malam hari, Pak Su kadang iseng membeli ketan bubuk. Hm, kebiasaan ini yang acapkali membuat saya lupa diet dengan ikutan membeli lupis dan klepon favorit saya. Ambyar.
Kembali ke cerita perdapuran, akhirnya saya dan Pak Su sarapan dengan sayur bobor sawi plus daun ketela, serta lauk tempe goreng dan ikan asin. Hm, mantabek. Mas Ocha, anak kedua sarapan cui mie kesukaannya, beli di warung juga.
Karena semua sudah kenyang, akhirnya saya beneran santai, menikmati indahnya liburan. Kebetulan di kulkas ada stok bebek ganas buat berjaga-jaga bila si bungsu tiba-tiba ingin makan.
Usai menunaikan salat Duhur, barulah saya mulai aksi nginem. Alhamdulillah, si bungsu ikutan nimbrung. Ini adalah peristiwa langka karena sebelum sekolah di Jogja Adik syantik hampir tidak pernah melakukannya. Jangankan bantuin masak, cuci piringnya sendiri aja hampir tak pernah dia lakukan.
Aku beneran merasa terharu saat melirik dia mencuci piring bekas makannya sendiri. Tak mengapa, walau piring, gelas, dan mangkuk yang bertumpuk di tempat cuci piring tak disentuhnya. Maklum, pegawai baru. Ha ha ha....
Adik, melihatmu cuci piring saja Mama sudah sangat bahagia. Apalagi saat melihatmu kemana-mana kembali memakai hijab, saat engkau kembali ke rumah. Semoga Allah akan senantiasa meneduhkan hatimu dan menerangi setiap jalan yang engkau lalui. Tetaplah di jalan Allah ya, anakku tersayang.
***
Kampung Asa, 25 Juli 2026
# Tagur hari ketujuh belas
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan