Syafakillah
Lagi dan lagi, kabar sakitmu menyapa tanpa permisi. Sepertinya ragamu belum terbiasa dengan kerja keras dan berjibaku dengan waktu. Hingga dua bulan ditempa di kawah Candradimuka, beberapa kali engkau tumbang.
Cemas yang menggumpal di dada tak bisa kuselesaikan dengan pelukan.
Jarak yang terbentang membuat aku tak berdaya, hanya bisa memberikan support dan doa melalui layar kaca. Semoga engkau di sana dapat melalui masa-masa sulit ini dengan limpahan kasih-Nya.
Tetaplah kuat, anakku sayang. Ingatlah bahwa mimpi-mimpimu sedang menunggu untuk kau pinang dengan semangat juang yang tak kenal menyerah. Syafakillah.
***
Kampung Asa, 13 Juli 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan