Eror
Minggu pagi seharusnya jadwalku berolahraga. Biasanya aku ikut senam di Dira, lanjut jalan sehat mengitari lapangan Kesilir. Kadang kala masih ditambah dengan cuci mata atau healing tipis-tipis saja.
Sudah beberapa minggu ini aku absen. Olganya cukup jalan dekat-dekat rumah saja. Biasanya pulang jamaah Subuh, langsung jalan sama tetangga. Rute pendek, yang penting kaki tetap diajak melangkah supaya tidak berteriak manja.
Aku tak berangkat senam bukan karena sudah bosan. Akan tetapi, memang ada sesuatu yang tak bisa kutinggalkan. Dua minggu yang lalu, si sulung dan si bungsu pas pulkam. Sayang kan kalau momen pas anak-anak ngumpul gini malah ditinggal pergi.
Seminggu berikutnya, aku tak bisa berangkat lagi karena ada banyak PR yang menunggu untuk dieksekusi. Ada PR nginem, ada juga urusan tulis-menulis. Sama seperti rindu kita, sayang banget kalau waktu dibiarkan berlalu tanpa alasan. Ehm.
Minggu ini beda lagi ceritanya. Sejak Jumat yang lalu, perut rada eror. Dua hari diare rasanya nggak karuan, seperti saat aku kehilangan senyummu di tanggal muda. Lesu dan tak berdaya. Hari ini sebenarnya sudah reda, hanya loyonya masih terasa. Sama seperti saat aku gagal mendapatkan perhatianmu. Uhuy.
***
Kampung Asa, 9 Agustus 2026
Tagur hari ke-32
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan