Gebyar Selawat
Ngantuk berat tidak ada obatnya kecuali tidur. Tidak bisa diganti dengan jalan kaki apalagi kerja bakti membersihkan kamar mandi. Segelas kopi pun kadang tak mempan kalau ngantuknya tingkat dewa.
Malam ini, saking ngantuknya, usai salat Maghrib aku langsung terbang ke alam mimpi. Pulas banget hingga tak mendengar saat adzan Isya berkumandang dari musala dekat rumah. Untung saja, Pak Su siaga membangunkan sehingga salatku tak sampai bolong.
Usai menuntaskan kewajiban salat, aku bergegas ganti kostum: gamis putih, hijab coksu. Kebetulan malam ini ada undangan selawatan dalam rangka memperingati Maulid Nabi di TPQ Darussalam yang berlokasi di dekat rumah.
Alhamdulillah, berkat tidur yang hanya sejenak, energi seakan terkumpul kembali. Penat yang tadi kurasa sepulang kerja kini telah pergi. Duduk sekian lama, mengikuti pembacaan selawat pun nggak pakai drama pindah-pindah kaki.
Ya Rabb, terima kasih atas nikmat sehat dan nikmat sempat yang senantiasa Engkau anugerahkan kepadaku. Genggam erat tanganku agar tak pernah berpaling darimu dalam keadaan apapun, suka ataupun duka, dalam tangis ataupun tawa.
***
Kampung Asa, 28 Agustus 2026
# Tagur hari ke- 50
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
