No Modus
Diare membuat badan terasa letih dan lesu seperti gaya Emak-Emak saat tanggal tua. Entah mengapa, akhir-akhir ini aku sering diare. Dalam sebulan ini ada tiga atau empat kali aku menderita penyakit yang membuat aku harus bolak-balik ke kamar mandi.
Kemarin sore, sepulang sekolah aku langsung menjatuhkan diri di atas pulau kapuk. Badan rasanya menggigil dan kepala terasa nyut-nyutan. Ingin makan yang hangat-hangat, tetapi tak ada satu pun menu yang menggugah selera. Sekilas terbayang betapa enaknya makan roti. Namun setelah dibelikan oleh Pak Su, roti itu hanya tergolek manja di sisi bantal hingga keesokan harinya.
Sore hari yang biasanya ceria dengan pertemuan keluarga di dunia maya, kini terasa berbeda karena aku hanya jadi pendengar setia. Tak ada canda dan tawa yang biasanya aku lontarkan pada si sulung atau si bungsu yang kini tinggal jauh di mata. Bukannya aku tak rindu, tetapi diare benar-benar membuat aku mati gaya.
Saat Mas Ocha mengarahkan kamera gawai ke arahku, tiba-tiba si bungsu nyeletuk.
"Papa, kayaknya mama sakit karena lama nggak diajak belanja."
Aku hanya cengar-cengir sendiri mendengar ledekan si bungsu. Ternyata cara dia menyikapi sakitku sama persis dengan bapaknya. Biasanya kalau aku sakit, Pak Su selalu bertanya, "Mama pingin apa?" Aduh Mak, sayangnya sekarang pas tanggal tua. Jadi aku nggak bisa modusin mereka. Ambyar.
***
Kampung Asa, 27 Agustus 2026
# Tagur hari ke-49
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan