Kegagalan
Hari ini engkau mencatatkan segumpal luka dan kecewa di atas lembaran sunyi yang kadang lupa engkau singgahi. Ada air mata yang turut bicara, ada asa yang tumbang seketika. Sebagai seorang ibu, aku tak sekadar membaca ceritamu. Lebih dari itu, aku pun turut larut dalam setiap kesedihan yang kau tuang dalam tangis. Ada pilu yang sengaja kusembunyikan dari tatapmu. Pilu yang terlahir bukan karena kegagalanmu, melainkan karena hati seorang ibu yang tak rela melihat anaknya dirundung nestapa. Anakku, belajarlah pada langit yang tak pernah kecewa meskipun malam mengurungnya dalam gelap. Ia percaya bahwa bintang dan rembulan akan setia menemani dan ia juga percaya bahwa mentari akan menepati janji untuk kembali esok hari. Menangislah jika air mata dapat meredakan sakit yang engkau terima dan tak perlu menahan isak jika itu akan membuat dadamu terasa kian sesak. Akan tetapi, jangan berlama-lama bercengkerama dengan luka. Ingatlah bahwa kegagalan bukanlah hukuman. Sejatinya, kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda bagi seseorang yang tak pernah berhenti berproses. Anakku, engkau sudah membayar keraguan kami dengan kegigihanmu dalam berjuang meraih mimpi. Ada lelah yang selalu engkau sembunyikan, ada hari-hari yang tak mudah tapi tak pernah membuatmu menyerah. Tetap semangat ya?Percayalah bahwa Allah telah menyiapkan takdir terindah untukmu. Doa mama akan senantiasa menemani langkahmu. *** Kampung Asa, 29 September 2026 # Tagur hari ke-82
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan